Income BCA Lebih Tinggi Dibanding Bank Himbara, Erick Thohir: Tak Apple to Apple

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir memberi sambutan dalam acara Tempo Energy Day 2020 yang berlangsung secara virtual, Kamis, 22 Oktober.

    Menteri BUMN Erick Thohir memberi sambutan dalam acara Tempo Energy Day 2020 yang berlangsung secara virtual, Kamis, 22 Oktober.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir angkat bicara tentang turunnya pendapatan sejumlah yang masuk dalam Himpunan Bank-bank Milik Negara atau Himbara belakangan ini. Ia juga menanggapi pemberitaan yang membandingkan pendapatan bank pelat merah lebih kecil ketimbang yang diraup oleh PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA.

    "Kemarin ada berita income BCA lebih tinggi dibanding bank Himbara. Memang tidak lain karena bank Himbara hari ini punya komitmen luar biasa untuk melakukan restrukturisasi kredit UMKM dan nasabahnya," ujar Erick di acara LUSTRUM XII IKA ITS Innovation Challenge and Business Summit 2020 yang disiarkan melalui YouTube Pengurus Pusat IKA ITS, Sabtu, 22 November 2020.

    Erick melanjutkan, pernyataan tersebut bukan untuk membeda-bedakan bank swasta dan bank Himbara. "Tapi ketika dibandingkan tidak apple to apple, harus dijelaskan."

    Lebih jauh ia menjelaskan, sejak awal penanganan krisis, BUMN melalui bank Himbara ditugaskan melakukan restrukturisasi kredit UMKM dan nasabahnya. "Hingga kini hampir Rp 473 triliun sudah direstrukturisasi," ucapnya. 

    Akibat restrukturisasi kredit yang nilainya besar itu pula, pendapatan bank Himbara turun hingga 40 persen. "Karena restrukturisasi UMKM dan korporasi sesuai arahan pemerintah itu, profit  dan income terpengaruh," tuturnya.

    Meski begitu, kata Erick Thohir, kalangan perbankan tidak mengeluh. "Karena ini bagian penugasan negara. BUMN harus jadi ujung tombak pembangunan," katanya.

    Tak hanya itu, BUMN juga berperan untuk membantu permodalan lewat perluasan jaminan  dan insentif subsidi bunga serta bantuan presiden usaha mikro (BPUM). Perluasan jaminan kredit dilakukan oleh Askrindo dan Jamkrindo.

    Sementara insentif subsidi bunga dilakukan dengan meringankan beban kredit kepada pengusaha mikro retail melalui UMi dan Mekaar. Adapun BPUM yang sudah disalurkan BRI mencapai 833 ribu pelaku usaha, Pegadaian 1,1 juta pelaku usaha, dan PNM ke 4 juta pelaku usaha. Secara total, BPUM yang sudah disalurkan Rp 21,97 triliun ke 91,6 pelaku usaha.

    Baca: Erick Thohir Minta 22 Masjid di Perusahaan BUMN Diisi Ceramah Ulama NU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.