Perkembangan Vaksin Covid Akhiri Kemilau Emas?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melakukan transaksi jual beli emas di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Pengunjung melakukan transaksi jual beli emas di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas meningkat di tengah sentimen perseteruan antara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Federal Reserve.

    Pada penutupan perdagangan Jumat 20 November 2020 lalu, harga emas spot naik 0,24 persen atau 4,45 poin menjadi US$1.870,99 per troy ounce. Adapun, harga emas Comex kontrak Februari 2020 menguat 0,59 persen atau 10,9 poin menuju US$1.872,4 per troy ounce.

    Mengutip Economic Times, harga Emas menuju penurunan mingguan kedua pada hari Jumat di tengah meningkatnya optimisme tentang vaksin Covid-19, dengan seruan Departemen Keuangan AS untuk mengakhiri program pinjaman darurat juga membatasi daya tarik safe-haven bullion.

    Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan program pinjaman utama di Federal Reserve akan berakhir pada 31 Desember, menimbulkan keraguan atas masa depan dukungan fiskal.

    Meskipun berita tersebut membebani sentimen risiko, hal itu tidak menghentikan penguatan saham dunia di balik prospek cerahnya pemulihan ekonomi yang lebih cepat berkat perkembangan positif di bidang vaksin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.