Ma'ruf Amin: Backlog 11 Juta Unit, Pembangunan Perumahan Mendesak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memberikan sambutan usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 19 November 2020. Tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19 yang dilakukan mencakup observasi setelah vaksinasi. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memberikan sambutan usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 19 November 2020. Tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19 yang dilakukan mencakup observasi setelah vaksinasi. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut backlog atau kekurangan pasokan rumah saat ini masih cukup besar. Angkanya diperkirakan mencapai 11,04 juta unit.

    "Dengan demikian, pembangunan perumahan menjadi semakin mendesak untuk dipercepat pelaksanaannya," kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 21 November 2020.

    Angka backlog 11 juta ini sebenarnya sudah terjadi paling tidak sejak awal tahun lalu. Sehingga, Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno meminta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, banyak penyalur kredit perumahan, untuk meningkatkan jumlah asetnya untuk mengatasi persoalan ini.

    "Jadi memang kebutuhan untuk rumah tinggal masih banyak sekali, terutama bagi pasangan yang baru menikah dan mencari tempat tinggal," kata Rini di Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Februari 2019.

    Pemerintah, kata Ma'ruf, telah mencanangkan Program Satu Juta Rumah pada 2015. Pada 2019, sudah terealisasi sekitar 4,8 juta unit rumah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.