Waskita Toll Road Raup Rp 550 Miliar dari Penerbitan RDPT

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan box culvert 2x2 meter di sepanjang sisi barat Jalan D.I. Panjaitan, tampungan air dengan ukuran 16x4 meter, dan sumur resapan di sekitar proyek Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu), Cawang, Jakarta Timur. Pembangunan dilakukan oleh kontraktor PT Waskita Karya usai terjadinya banjir di sekitar lokasi proyek pada Rabu, 3 April 2019. Sumber: Waskita Karya

    Suasana pembangunan box culvert 2x2 meter di sepanjang sisi barat Jalan D.I. Panjaitan, tampungan air dengan ukuran 16x4 meter, dan sumur resapan di sekitar proyek Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu), Cawang, Jakarta Timur. Pembangunan dilakukan oleh kontraktor PT Waskita Karya usai terjadinya banjir di sekitar lokasi proyek pada Rabu, 3 April 2019. Sumber: Waskita Karya

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak BUMN PT Waskita Karya (Persero), PT Waskita Toll Road (WTR), meraih pendanaan senilai Rp 550 miliar melalui penjualan reksa dana penyertaan terbatas ekuitas danareksa (RDPT) infrastruktur PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).

    Direktur Utama WTR Herwidiakto menjelaskan pendanaan yang diraih akan digunakan untuk pembangunan dan pengembangan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Tol Becakayu dan ruas tol WTR lainnya. "Mekanisme RDPT ini merupakan salah satu upaya untuk memperoleh penerimaan dana agar proses bisnis WTR dalam melakukan asset recycle dapat terlaksana," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 18 November 2020.

    RDPT berbasis ekuitas tersebut dibentuk manajer investasi PT Danareksa Investment Management (DIM) dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai bank kustodian.

    Adapun persentase saham KKDM yang akan dialihkan adalah sebesar 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Saat ini, WTR memiliki saham sebesar 99,7 persen.

    Pada Agustus 2020, WTR telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) atas rencana pengalihan sebagian sahamnya pada PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) melalui instrumen ekuitas reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).

    KKDM merupakan badan usaha jalan tol (BUJT) yang memegang konsesi ruas Becakayu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.