Terimbas RUU Larangan Minuman Beralkohol, 2 Saham Produsen Bir Kembali Jeblok

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Beredarnya draf Rancangan Undang-undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Larangan Minuman Beralkohol) berdampak pada kinerja saham emiten produsen bir.

    Data Bloomberg memperlihatkan harga saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) melemah 2,19 persen atau 90 poin ke level Rp 4.020 per saham pada awal perdagangan.

    Kemarin, harga saham bir merek Anker ini berakhir di level Rp 4.110 per saham, atau turun 0,24 persen. Padahal, sejak awal perdagangan saham DLTA masih berada di zona hijau.

    Tak hanya DLTA, saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) juga jeblok 3,44 persen pada perdagangan pukul 09.50 WIB hari ini. Pada perdagangan kemarin, saham produsen bir Bintang ini anjlok 3,06 persen ke Rp 8.725 per saham.

    Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru saja mengusulkan rancangan beleid itu dan pada Rabu lalu, 11 November 2020, telah melewati tahap harmonisasi. RUU ini berisi larangan untuk setiap orang mengonsumsi, memproduksi, memasukkan, menyimpan, mengedarkan maupun menjual minuman beralkohol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.