Simak 10 Ketentuan RUU Larangan Minuman Beralkohol

Bea Cukai Merauke Tindak Ribuan Botol Minuman Beralkohol Ilegal. (dok Bea Cukai)

TEMPO.CO, Jakarta - Rancangan Undang-undang atau RUU Larangan Minuman Beralkohol tengah menuai sorotan. Sebab, beleid ini tak hanya melarang orang memproduksi dan menjual, tapi juga minum minuman beralkohol. Bagi yang melanggar, akan dikenai hukuman pidana penjara atau denda.

Anggota Komisi X DPR Illiza Sa'aduddin Djamal menyebutkan RUU ini adalah usulan dari 18 anggota PPP, 2 dari PKS dan 1 dari Gerindra. Tujuan beleid ini untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif dari para peminum minuman beralkohol.

"Menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol,” kata politikus PPP yang jadi salah satu pengusul ini dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Legislasi DPR, Selasa, 10 November 2020.

Dalam draf yang diterima Tempo, RUU ini terdiri dari 24 pasal dan 7 bab. Beberapa aturan di dalamnya yaitu sebagai berikut:

1. Tiga Tujuan

Dalam RUU ini, ada tiga tujuan larangan minuman beralkohol. Ketiganya yaitu melindungi masyarakat, menumbuhkan kesadaran bahwa minuman beralkohol, dan menciptakan ketertiban dan ketentraman di masyarakat dari gangguan para peminum.

2. Tiga Golongan

Pasal 4 mengatur bahwa larangan minuman beralkohol berlaku untuk tiga golongan yang selama ini sudah banyak dikenal. Pertama yaitu golongan A (kandungan alkohol 1 sampai 5 persen), seperti bir.






Ikuti 5 Hal Ini untuk Mencegah Alzheimer

3 hari lalu

Ikuti 5 Hal Ini untuk Mencegah Alzheimer

Penyakit alzheimer diyakini disebabkan oleh penumpukan protein yang tidak normal di dalam dan sekitar sel otak.


Penonton Tidak Masalah Minuman Keras Dilarang Selama Piala Dunia 2022

6 hari lalu

Penonton Tidak Masalah Minuman Keras Dilarang Selama Piala Dunia 2022

Dua hari sebelum pertandingan pertama Piala Dunia 2022 dimulai, FIFA mengumumkan bir dan minuman beralkohol lainnya tidak akan dijual di stadion.


Apa Saja Kontroversi Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022?

11 hari lalu

Apa Saja Kontroversi Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022?

Tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar disoroti karena berbagai kontroversi


Jutaan Barang Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai: Potensi Kerugian Negara Rp 3 Miliar Lebih

13 hari lalu

Jutaan Barang Ilegal Dimusnahkan, Bea Cukai: Potensi Kerugian Negara Rp 3 Miliar Lebih

Potensi kerugian negara dari pungutan bea cukai atas ribuan barang sitaan ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 3 miliar.


6 Tips Menjaga Kesehatan Prostat

13 hari lalu

6 Tips Menjaga Kesehatan Prostat

Prostat berada di bawah kandung kemih pria. Seiring bertambah usia, kelenjar prostat juga rentan mengalami masalah kesehatan


FIFA Pastikan Minuman Beralkohol Tak Dijual dalam Stadion Piala Dunia Qatar

18 hari lalu

FIFA Pastikan Minuman Beralkohol Tak Dijual dalam Stadion Piala Dunia Qatar

FIFA mengkonfirmasi minuman beralkohol tidak dijual di sejumlah stadion yang menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia Qatar


14.447 Botol Minuman Keras Ilegal Dimusnahkan di Monas, Hasil Sitaan Selama 2021

18 hari lalu

14.447 Botol Minuman Keras Ilegal Dimusnahkan di Monas, Hasil Sitaan Selama 2021

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyebut minuman keras adalah sumber dari kejahatan.


6 Cara Meningkatkan Kesuburan Pria Secara Alami

23 hari lalu

6 Cara Meningkatkan Kesuburan Pria Secara Alami

Jumlah sperma aspek penting dari kesuburan pria, sebab ini dapat membantu menentukan kualitas sperma.


Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen Dinilai Masih Kurang Untuk Mengendalikan Konsumsi

28 hari lalu

Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen Dinilai Masih Kurang Untuk Mengendalikan Konsumsi

Komite Nasional Pengendalian Tembakau memberikan usulan kepada pemerintah menambah tarif cukai guna menekan konsumsi rokok.


Cukai Rokok 2023 dan 2024 Naik 10 Persen, Ini Kajian dan Pertimbangan Kemenkeu

31 hari lalu

Cukai Rokok 2023 dan 2024 Naik 10 Persen, Ini Kajian dan Pertimbangan Kemenkeu

Febrio Kacaribu memaparkan berbagai pertimbangan atas ditetapkannya kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk rokok sebesar 10 persen.