Jiwasraya Sudah Kantongi Rp 2,1 T dari Penjualan Citos

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Farid Azhar Nasution mengatakan nilai penjualan pusat perbelanjaan Cilandak Town Square atau Citos mencapai Rp 2,2 triliun. Hingga saat ini, pihaknya sudah menerima Rp 2,1 triliun atau sekitar 95 persen dari transaksi yang bermula pada dua tahun lalu.

    "Citos dijual senilai Rp 2,2 triliun, di mana Oktober 2018 diterima uang muka Rp 1,4 triliun dan Maret 2020 Rp 700 miliar," ujar Farid kepada Bisnis, pekan lalu, 6 November 2020.

    Menurut dia, penjualan Citos menjadi salah satu sumber dana bagi Jiwasraya dalam menjalankan operasionalnya. Selain itu, dana segar tersebut digunakan untuk membayar klaim bagi para pensiunan pemegang polis anuitas. 

    "Kami masih membayarkan klaim Rp 470 miliar pada akhir Maret 2020 untuk polis tradisional, dan selama 2020 masih membayarkan [klaim] untuk nasabah pensiunan. Sumber dana untuk [pembayaran klaim] Maret 2020 berasal dari penjualan Citos, begitu pula untuk anuitas," ujar Farid.

    ADVERTISEMENT

    Jiwasyara menjual Citos kepada Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, yang di antaranya terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA, PT Adhi Karya Tbk. atau ADHI, dan PT Waskita Karya (Persero) atau WSKT.

    Selain perusahaan karya, dalam konsorsium itu terdapat pula PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI, yang kini bernama Indonesia Financial Group (IFG). Perseroan turut melakukan transaksi karena merupakan induk dari holding asuransi dan penjaminan, sebelum menjadi IFG.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.