Bos XL Axiata: Perang Harga Industri Telekomunikasi Terjadi Sampai Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini (kiri), Direktur Komersial XL Axiata Allan Bonke (kedua kiri), Chief Premium Segment Officer XL Axiata Rashad Javier Sanchez (ketiga kiri) dan Vice President XL Axiata Region Jabodetabek Bambang Parikesit (keempat kiri) berbincang dengan pelanggan saat pembukaan XPLOR XL Axiata Tower di Jakarta, Selasa, 4 September 2018. Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2018 PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar program khusus bertema Bersama #JadiLebihBaik. ANTARA/Galih Pradipta

    Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini (kiri), Direktur Komersial XL Axiata Allan Bonke (kedua kiri), Chief Premium Segment Officer XL Axiata Rashad Javier Sanchez (ketiga kiri) dan Vice President XL Axiata Region Jabodetabek Bambang Parikesit (keempat kiri) berbincang dengan pelanggan saat pembukaan XPLOR XL Axiata Tower di Jakarta, Selasa, 4 September 2018. Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2018 PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar program khusus bertema Bersama #JadiLebihBaik. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini  menilai industri telekomunikasi di Indonesia menghadapi persaingan ketat berupa perang harga. Para operator mengeluarkan paket unlimited dalam upaya menarik sebanyak mungkin pelanggan di saat masa pandemi.

    "Perang harga sedang terjadi berkepanjangan sampai tahun depan. Sebetulnya perang harga tidak diinginkan oleh semua operator sehingga harus diarahkan kompetisi yang rasional dan wajar," kata Dian dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat, 6 November 2020.

    Menurutnya, selama masa pandemi ini hampir semua operator mengeluarkan paket unlimited yang mendorong industri ke arah perang harga. "Apabila efek Covid-19 terhadap industri meningkat, dapat membuat perang harga akan semakin sengit," katanya.

    Dia mengatakan seperti halnya sektor industri lainnya, industri telekomunikasi juga sangat terpukul dengan adanya pandemi yang sampai saat ini belum menunjukkan penurunan. Akibatnya, menurut dia, terjadi ketidakpastian luar biasa serta sulit menentukan perkiraan dan asumsi yang bisa mempengaruhi kinerja perusahaan.

    "Secara nasional industri telekomunikasi nasional akan tumbuh negatif pada tahun ini dan tahun 2021 diperkirakan juga belum pulih sepenuhnya," kata Dian.

    Menurutnya, pandemi berdampak pada daya beli masyarakat, dan itu juga sangat dirasakan oleh semua operator. Tapi turunnya daya beli masyarakat ini ternyata tidak menurunkan intensitas kompetisi di industri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.