Bila Menang, Biden Dinilai Tak Serta-merta Hentikan Perang Dagang AS-Cina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden bersama Kamala Harris merayakan atas diri mereka yang terpilih sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat pada malam ke-4 dan terakhir dari Konvensi Nasional Demokrat 2020, di Milwaukee, Wisconsin, AS, 20 Agustus 2020. REUTERS/Kevin Lamarque

    Mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden bersama Kamala Harris merayakan atas diri mereka yang terpilih sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat pada malam ke-4 dan terakhir dari Konvensi Nasional Demokrat 2020, di Milwaukee, Wisconsin, AS, 20 Agustus 2020. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan Joe Biden tidak akan serta-merta menyetop perang dagang Amerika Serikat-Cina seandainya ia memenangkan kontestasi pemilihan presiden di Negeri Abang Sam. Shinta menduga, kebijakan Biden tak akan jauh beda dengan lawannya, inkumben Donald Trump.

    “Biden akan menjadi tidak pro free trade (perdagangan bebas) sepenuhnya,” kata Shinta saat dihubungi pada Jumat, 6 November 2020.

    Shinta menduga, Joe Biden akan lebih mengupayakan proteksi pasar AS dari produk-produk impor, khususnya dari Cina dan negara-negara eksportir lainnya yang dianggap melakukan persaingan dagang tidak sehat. Kecenderungan ini, kata dia, tampak dari presentasi rencana ekonomi Biden yang berjudul “Made in All of America”.

    Dalam presentasi tersebut, Shinta menyebut Biden menampilkan adanya kemauan politik untuk memagari pasar AS demi kepentingan penciptaan tenaga kerja. Biden juga dianggap tak sungkan mengenakan tarif kepada mitranya yang dianggap bisa merugikan Negara Adi Kuasa.

    Hanya, menurut Shinta, konsep yang diusung Biden untuk perdagangan internasional lebih terstruktur ketimbang Donald Trump. Biden juga diprediksi akan menciptakan kompromi dagang yang mengarah pada keadilan perdagangan atau fair trade bagi negara-negara yang saat ini banyak ditekan oleh kebijakan Trump. Dengan begitu, optimisme pasar terbentuk.

    Di luar itu semua, Shinta menduga kebijakan Biden tak akan terlampau berpengaruh bagi kondisi ekonomi Indonesia, khususnya terkait iklim investasi. Ia memperkirakan tidak akan terjadi perubahan signifikan terhadap daya tarik iklim usaha setelah Biden memenangi kontestasi.

    Suara Biden menguat dalam Pilpres AS hingga Jumat, 6 November. Calon dari Partai Demokrat itu membirukan sejumlah negara bagian dan unggul dengan 264 suara elektoral. Sedangkan petahana Donald Trump dari Partai Republik meraup 216 suara elektoral.

    Baca: Jika Biden Menang, Negosiasi Perjanjian Dagang RI-AS Akan Perlu Waktu Lebih Lama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.