Ada Gerai yang Kena Sweeping Produk Prancis oleh Ormas, Begini Respons Indomaret

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto tulisan boikot yang dipasang pada produk-produk buatan perusahaan dari Prancis di sebuah toko di Indonesia yang diunggah di media sosial pada Senin, 2 November 2020. Aksi seperti ini juga terjadi di sejumlah negara Muslim. Instagram/@Infolahatlive

    Foto tulisan boikot yang dipasang pada produk-produk buatan perusahaan dari Prancis di sebuah toko di Indonesia yang diunggah di media sosial pada Senin, 2 November 2020. Aksi seperti ini juga terjadi di sejumlah negara Muslim. Instagram/@Infolahatlive

    TEMPO.CO, Jakarta - Marketing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Wiwiek Yusuf menanggapi sweeping sejumlah organisasi massa atau ormas di minimarket milik perusahaan baru-baru ini. Wiwiek mengatakan perseroan akan mengikuti arahan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo).

    “Mereka mewakili retailer terus berkomunikasi dan berkoordinasi dng pejabat terkait  dan pihak kepolisian,” kata Wiwiek saat dihubungi pada Kamis, 5 November 2020.

    Wiwiek menyebut, manajemen juga akan bertindak sesuai dengan kondisi masing-masing gerai. “Itu sangat situasional,” ucapnya.

    Sweeping belakangan marak dilakukan lantaran sejumlah umat Islam sebelumnya keberatan dengan ungkapan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait insiden karikatur Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut bermula saat seorang guru tewas dipenggal lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam sebuah kelas.  

    ADVERTISEMENT

    Dalam pernyataannya, Macron justru mendukung publikasi kartun Nabi Muhammad itu setelah peristiwa pemenggalan terjadi. Sikap Macron menimbulkan munculnya gelombang protes, terutama di negara-negara dengan penduduk muslim terbesar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.