Penumpang Bus Melonjak Saat Cuti Bersama, Masyarakat Diimbau Kembali Lebih Awal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik bersiap menaiki bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Pada hari libur panjang Terminal Pulo Gebang  mengalami lonjakan pemudik ada di angka 3.109 penumpang dari 195 bus yang berangkat. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Pemudik bersiap menaiki bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu, 2 Juni 2018. Pada hari libur panjang Terminal Pulo Gebang mengalami lonjakan pemudik ada di angka 3.109 penumpang dari 195 bus yang berangkat. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mencatat adanya lonjakan penumpang bus Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di sejumlah Terminal Tipe A yang dikelolanya menyusul libur panjang dalam rangka cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Dengan adanya peningkatan pengguna layanan pada sejumlah terminal itu, Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengimbau masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan kembali atau perjalanan balik lebih awal.

    “Kami berharap masyarakat tidak bertumpu pada satu waktu atau pada satu hari tertentu saat kembali seusai libur panjang ini,” kata Polana dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Oktober 2020.

    Menurut Polana, hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya potensi penumpukan penumpang pada saat arus balik nanti. Dengan melakukan perjalanan kembali lebih awal, ia berpendapat masyarakat akan dapat memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sebelum nantinya kembali beraktivitas rutin sehari-hari.

    Terminal Tipe A yang berada di bawah pengelolaan BPTJ meliputi Terminal Tipe A Jatijajar, Kota Depok; Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang; Terminal Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan dan Terminal Baranangsiang Kota Bogor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.