Harga Emas di Bawah Rp 1 Juta, Analis Prediksi Bisa Turun Lagi Sebelum Pemilu AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembuatan cicin emas di Cikini, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp 23.000 dan berada di Rp 919.000 per gram. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan pembuatan cicin emas di Cikini, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp 23.000 dan berada di Rp 919.000 per gram. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas masih akan terus melemah lantaran terpengaruh sentimen politik Amerika Serikat. Ia mengatakan harga emas tidak akan bergarak stabil bila Pemilihan Umum AS yang rencananya digelar pada 3 November mendatang belum usai.

    “Emas mengalami koreksi cukup signifikan di level terendah 1.875. Kemungkinan bisa menyentuh kembali ke 1.830 bila Pemilu belum usai,” tutur Ibrahim saat dihubungi, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Saat ini, harga emas di PT Aneka Tambang atau Antam berada di kisaran Rp 995  ribu. Seumpama harga emas dunia menyentuh level 1.830, Ibrahim memperkirakan harga emas yang dijual di Indonesia bisa mepet ke angka Rp 900 ribu.

    Fluktuasi harga emas juga terpengaruh oleh keinginan pasar AS yang terus berharap agar pemerintah segera menggelontorkan stimulus lanjutan. Sayangnya, tutur dia, tanda-tanda pemberian stimulus belum tampak akan dikucurkan selama kontestasi pilpres belum terlaksana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tes Usap Rizieq Shihab, Antara Privasi Versus Melindungi Kota Bogor

    FPI menilai tindakan Pemkot Bogor melaporkan RS Ummi ke Kepolisian merupakan tindak ketidakadilan. RS Ummi dilaporkan terkait kondisi Rizieq Shihab.