Komut Telkom Tampik Isu Pembentukan Kanal SEA Today Tak Diketahui Komisaris

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhenald Kasali. TEMPO/Amston Probel

    Rhenald Kasali. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta – Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Rhenald Kasali menampik isu pembentukan media SEA Today tak diketahui jajaran komisaris Telkom. SEA Today adalah kanal berita berbahasa Inggris yang didirikan anak usaha Telkom, yakni PT Metra Digital Media.

    “Tidak benar, itu hoaks. Indihome—layanan komunikasi Telkom--kan sudah lama ada kanal-kanalnya, studio juga sudah ada. Jadi kami akan perbaiki kontennya terus,” ujar Rhenald saat dihubungi Tempo pada Kamis, 29 Oktober 2020.

    Sebelumnya beredar kabar yang menyatakan bahwa pembentukan SEA Today tak diinformasikan jajaran direksi kepada dewan komisaris perseroan. Kabar tersebut beredar melalui perpesanan instan.

    Rhenald pun sempat membaca isu tersebut di grup-grup perpesanan. Selain menampik, dia meluruskan berita di dalamnya yang menyatakan bahwa pembentukan SEA Today membutuhkan investasi sebesar Rp 350 miliar.

    Menurut Rhenald, perusahaan tak menganggarkan pos untuk belanja modal atau capital expenditure untuk pembangunan kanal berita. Perseroan, kata dia, hanya mengalokasikan dana untuk pengoperasiannya, seperti renovasi, tambahan sumber daya manusia, hingga peningkatan kualitas produk.

    “Kalau anggaran sebesar itu (Rp 350 miliar), berarti kan sudah jadi gedung baru. Sedangkan ini kami pakai studio lama, cuma kami perbaiki sedikit lampu dan cat dindingnya,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.