Pulau Rinca Jadi Wisata Masif, Turis Tak Bisa Lagi Dekati Komodo

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian PUPR dan KLHK Lakukan Kerja Sama Pengembangan Wisata Alam Pulau Rinca.

    Kementerian PUPR dan KLHK Lakukan Kerja Sama Pengembangan Wisata Alam Pulau Rinca.

    TEMPO.CO, Jakarta Pemerintah akan mengubah konsep wisata Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, menjadi destinasi masif. Pengubahan itu membuat turis tak bisa lagi mendekati komodo di lembah Loh Buaya seperti sebelumnya.

    "Kami ingin sistem yang bagus sehingga satwa tidak bersentuhan dengan wisatawan," ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Pemerintah berencana membuat elevated deck atau jembatan penghubung di zona terbuka Pulau Rinca. Proyek itu dibangun di bawah wewenang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang ditargetkan kelar pada Juni 2021.

    Wiratno menjelaskan pemerintah melibatkan arsitek lokal dalam penyusunan desain pengembangan Pulau Rinca. Selain elevated deck, sarana-prasarana seperti tempat tinggal ranger, pusat informasi, dan ruang penelitian akan dibangun di habitat kadal raksasa itu.

    Konsep yang dicanangkan pemerintah berbeda dengan pemanfaatan Pulau Rinca sebagai lokasi wisata sebelumnya. Sebelum dipugar, wisatawan yang masuk ke Pulau Rinca dapat melalukan penjelajahan di habitat komodo lewat jalur-jalur khusus yang telah ditentukan.

    Di sana, wisatawan bisa menyaksikan langsung aktivitas komodo di habitat liar tanpa mengganggu satwa-satwa yang hidup di dalamnya. Sebab, ranger atau pemandu wisata akan mendampingi pelancong. Wisatawan pun wajib memenuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan Balai Konservasi, seperti dilarang boleh berisik, dilarang makan, dan dilarang mendekati komodo dengan jarak tertentu.

    Rencana peruntukan Pulau Rinca sebagai destinasi pariwisata masif diungkapkan oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu. "Kita arahkan sebagai mass tourism. Sedangkan Pulau Komodo akan menjadi destinasi super-premium," tuturnya.

    Kementerian KLHK memberikan izin usaha wisata Taman Nasional Komodo kepada tiga perusahaan, yakni PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE), PT Segara Komodo Lestari (SKL), dan PT Sinergindo Niagatama. Untuk SKL, Kementerian menyerahkan izin usaha wisata untuk lahan seluas 22,1 hektare di Pulau Rinca pada 2015.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.