Industri Halal, Jokowi Soroti Pembenahan Ekosistem, Regulasi hingga SDM

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) dan pemilik pabrik gula PT Prima Alam Gemilang Andi Syamsuddin Arsyad (kanan) berbincang mengunjungi gudang pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis 22 Oktober 2020. Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik gula berkapasitas giling hingga 12.000 ton cane per day (TCD) di Kabupaten Bombana. ANTARA FOTO/Biroperskepresiden

    Presiden Joko Widodo (kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) dan pemilik pabrik gula PT Prima Alam Gemilang Andi Syamsuddin Arsyad (kanan) berbincang mengunjungi gudang pabrik gula di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis 22 Oktober 2020. Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik gula berkapasitas giling hingga 12.000 ton cane per day (TCD) di Kabupaten Bombana. ANTARA FOTO/Biroperskepresiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyayangkan potensi besar dalam industri halal di Indonesia belum dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, kata dia, upaya pengembangan yang integratif dan komprehensif perlu terus dilakukan.

    "Ekosistem industrinya perlu dibenahi, regulasinya harus efisien dan SDM harus dipersiapkan dengan baik," kata Jokowi dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival atau ISEF secara virtual, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Karena, kata dia, tidak hanya diminati oleh negara dengan mayoritas penduduk muslim, tapi juga oleh negara-negara lain seperti Jepang, Thailand, hingga Amerika Serikat.

    Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, kata dia, harus menangkap peluang ini. Akselerasi percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia maju dan upaya menjadikan Indoneisa sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global.

    Pemerintah juga telah memiliki komite nasional ekonomi dan keuangan syariah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

    "Dengan strategi besar melakukan penguatan halal value chain, penguatan ekonomi Islam, mikro kecil menengah dan penguatan ekonomi digital," ujarnya.

    Penyelenggaraan ISEF tahun ini, menurutnya, dapat menjadi momentum membuat peta jalan yang jelas dan detail menentukan langkah-langkag konkret yang segera harus dilakukan dalam pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah.

    BacaBantu Jokowi, Indofood sampai Calbee Wings Tanam Modal untuk Lumbung Pangan

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.