Epidemiolog: Bukan PSBB yang Lumpuhkan Ekonomi, tapi...

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahli epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono. Foto: staff.ui.ac.id

    Ahli epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono. Foto: staff.ui.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukan penyebab lumpuhnya ekonomi saat ini.

    "Yang terpenting adalah, disangkanya PSBB melumpuhkan ekonomi. Padahal bukan PSBB-nya yang lumpuhkan ekonomi. Yang lumpuhkan ekonomi adalah pandemi yang belum terkendali," ujar Pandu dalam webinar yang digelar Bappenas, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Menurut dia, jika pandemi bisa terkendali, pemulihan ekonomi juga bakal berjalan lancar. Ia mengatakan sebelum pandemi terkendali, masyarakat kelas menengah juga belum mau membelanjakan uangnya.

    "Jadi ekonomi belum bergerak karena spending masih rendah. Itu dari studi yang sudah dilakukan teman-teman ekonomi dan ilmu sosial. Jadi jangan PSBB yang dianggap mematikan ekonomi," kata Pandu.

    Pandu mengatakan PSBB adalah solusi jangka pendek untuk menurunkan kasus, serta melakukan pengetatan pengawasan atau surveillance, dan menggalakkan perilaku 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

    Saat ini, menurut Pandu, pemerintah sudah melakukan pengawasan, namun perlu diperkuat. Begitu pula dengan pengujian dan pelacakannya, serta penerapan 3M di masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tes Usap Rizieq Shihab, Antara Privasi Versus Melindungi Kota Bogor

    FPI menilai tindakan Pemkot Bogor melaporkan RS Ummi ke Kepolisian merupakan tindak ketidakadilan. RS Ummi dilaporkan terkait kondisi Rizieq Shihab.