Bos Pertamina di Urutan ke-16 dalam Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Senin, 17 September 2018. Nicke Widyawati diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka, mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, dan Eni Maulani Saragih, dalam kasus suap terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Senin, 17 September 2018. Nicke Widyawati diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka, mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, dan Eni Maulani Saragih, dalam kasus suap terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) berada di peringkat ke-16 dalam daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia tahun 2020 atau Most Powerful Women International versi Fortune.

    Daftar berisi 50 nama perempuan paling berpengaruh tersebut dikeluarkan Fortune pada hari Rabu, 21 Oktober 2020. Situs resmi Fortune menyebutkan Nicke sebagai CEO dan Direktur Utama Pertamina mengawasi perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari US$ 54,6 miliar dan sekitar 32.000 karyawan di seluruh dunia. 

    Dalam penjelasannya, Fortune menyebutkan Nicke yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 25 Desember 1967 itu berlatar belakang insinyur dan mulai memimpin perusahaan pelat merah tersebut sejak 2018. Ia menggantikan pendahulunya, Elia Massa Manik yang diberhentikan di tengah upaya restrukturisasi.

    Fortune menyebutkan, Pemerintah Indonesia baru-baru ini menegaskan kembali kepercayaan kepada Nicke untuk melakukan transformasi Pertamina menjadi perusahaan induk dengan anak perusahaan terbuka selama 2 tahun ke depan.

    Namun, pada perkembangannya, pandemi Covid-19 berimbas cukup besar terhadap Pertamina. Per pada April yang lalu, Pertamina menurunkan target produksi minyak karena permintaan yang lebih rendah dan memangkas biaya dan belanja modal.

    Dalam daftar tersebut, posisi teratas ditempati oleh Emma Walmsley. Perempuan berkewarganegaraan Inggris ini menduduki posisi CEO GlaxoSmithKline, perusahaan farmasi yang berpusat di Brentford, Inggris.

    Dia diikuti oleh Jessica Tan, perempuan yang saat ini menjabat sebagai Co-CEO dan Executive Director perusahaan China Ping An Group, di posisi kedua serta Ana Botin, Executive Chairman Banco Santander, bank yang berbasis di Madrid, Spanyol, di posisi ketiga.

    BISNIS

    Baca: Pertamina Terdepak dari Daftar Fortune Global 500 di Tahun Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-ciri Berbohong, Perhatikan Bahasa Tubuh Bukan Kata-katanya

    Bahasa tubuh bisa mencerminkan apakah orang tersebut sedang berbohong atau tidak. Berikut ciri-cirinya