Asuransi Digital Dorong Inklusivitas Keuangan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dialog virtual livestream dengan tema

    Dialog virtual livestream dengan tema "Teknologi untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan di Tengah Pandemi" digelar Tempo Media Group, Selasa, 20 Oktober 2020.

    INFO BISNIS-- Teknologi digital menjadi kunci pendorong tercapainya inklusivitas keuangan. Hal ini terlihat dari pengalaman Pasar Polis dalam memasarkan produknya.

    "Dari total polis yang dijual perusahaan insurtech ini, 90 persennya dibeli oleh mereka yang selama ini belum pernah membeli polis," kata CEO Pasar Polis Cleosent Randing dalam dialog virtual livestream dengan tema “Teknologi untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan di Tengah Pandemi” yang digelar Tempo Media Group, Selasa, 20 Oktober 2020.

    “Dengan dukungan teknologi kita bisa memberikan rasa aman secara lebih luas. Kita dapat memberikan perlindungan kepada lapisan masyarakat  yang sebelumnya tidak tersentuh perlindungan asuransi,” tambahnya. 

    Menurut Cleosent, memasarkan polis secara digital, yang semuanya tinggal “klik”, tidak saja sangat mudah, tetapi juga menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi customers, baik ketika membeli, maupun saat melakukan klaim. Termasuk di masa pandemi seperti saat ini, di mana penjualan Pasar Polis justru meningkat.

    Desain produk-produk yang sesuai karakteristik masyarakat Indonesia juga mendorong tingginya permintaan konsumen. “Sebagai perusahaan Indonesia, perusahaan anak bangsa, kami  ikut mendorong penetrasi inklusi keuangan dengan produk yang customize. Banyak sekali inovasi yang bias dilakukan yang cocok dengan kondisi  Indonesia. Kami misalnya memberikan asuransi untuk driver ojek online. Itu adalah satu hal yang unik,” ujar Cleosent.

    Perpaduan canggihnya teknologi dan produk sesuai karakteristik masyarakat Indonesia ini berhasil mendongkrak pemasaran Pasar Polis.Tahun 2018 penjualan perusahaan yang mulai beroperasi pada 2015 ini meningkat cukup fenomenal, sekitar 80 kali lipat. Pada 2019, Pasar Polis berhasil memasarkan 650 juta polis. Sekitar 200 ribu driver ojek online misalnya, adalah konsumen Pasar Polis.

    Berkembangnya bisnis Pasar Polis juga membuka kesempatan bagi banyak orang untuk mendapatkan peluang kerja. “Lebih 20 ribu orang sudahsign up untuk mereferensikan produk kami kepada keluarga mereka. Mereka sebelumnya adalah orang-orang yang terkena PHK atau yang income-nya menurun.Mereka bias punya peluang untuk pekerjaan baru,” kata Cleosent.

    Menurut Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edwin Nurhadi, kehadiran insurtech seperti Pasar Polis, dapat mengakselerasi program-program asuransi mikro.“Penyediaan layanan akses keuangan itu harus untuk segala segmen.Tidakhanya (kelompok) menengah ke atas, tetapi (menengah) bawah juga harus kita fokuskan,” kata Edwin yang juga menjadi pembicara dalam dialog ini.

    Menurut Edwin, program digitalisasi dan inovasi adalah yang sangat penting untuk diaplikasikan di masa depan. “Media teknologi lebih bias memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bias mendapatkan akses layanan keuangan,” ujarnya.

    Selain Edwin dan Cleosent, pembicara lain dalam dialog yang dipandu Direktur Tempo.coTomi Aryanto ini adalah Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir dan Pengamat Ekonomi Digital, Nailul Huda. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.