PT Bukit Asam Siapkan Bisnis Energi Surya di Bekas Tambang

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan BUMN MIND ID menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/6).

    PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan BUMN MIND ID menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/6).

    TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan tambang batu bara, PT Bukit Asam Tbk, menyiapkan transformasi bisnis di bidang energi baru terbarukan (EBT), yakni pengembangan energi panel surya. Perubahan model bisnis diperlukan karena komoditas batu bara diperkirakan habis dalam 65 tahun mendatang atau pada 2085.

    “Kita sudah punya persiapan untuk mengembangkan pembangkit listrik dari surya. Ini akan dilakukan di lahan pasca-tambang di Tanjung Enim dan Ombilin,” ujar Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin dalam diskusi Tempo Energy Day pada Rabu, 21 Oktober 2020.

    Arviyan memprediksi potensi energi yang dihasilkan dari lahan bekas tambang di Ombilin bisa mencapai 1.000 megawatt. Sedangkan panel surya yang ditempatkan di lahan bekas tambang Tanjung Enim bisa menghasilkan energi sebesar 5.000 megawatt.

    Untuk mengembangkan energi panel surya, Arviyan mengatakan, perseroan memang membutuhkan lahan yang luas. Sebelum merealisasikan pengembangan energi surya di dua lokasi eks lahan tambang, emiten ini sudah memulai membangun panel di kawasan bandara.

    “Kita sudah mulai kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) membangun panel surya di Cengkareng (Bandara Internasional Soekarno-Hatta),” ujarnya.

    Perseroan juga menjalin kesepakatan dengan PT Jasa Marga (Persero) untuk memanfaatkan areal tanah di tepi jalan tol sebagai lokasi bangunan panel surya. “Kami juga memanfaatkan Danau Toba untuk dibangun tenaga surya,” ucapnya.

    Arviyan menargetkan transformasi ini akan tercapai dalam lima tahun mendatang. Ia optimistis terhadap pengembangan EBT karena pertumbuhannya dalam 40 tahun terakhir mencapai hampir 12 persen. Sementara itu, pertumbuhan di kelompok batu bara hanya 0,3 persen. Menilik data itu, ia berpendapat, perusahaan tak bisa terus-menerus bergantung pada sumber energi batu bara.

    Baca juga: Pemerintah Finalisasi Aturan Tarif Energi Baru Terbarukan 

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.