KSPI Minta Kenaikan Upah Minimum 8 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang buruh pabrik batik yang masih berusia muda mengerjakan proses pengecapan dalam pembuatan batik di PT Batik Keris Solo, 1 Oktober 2015. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Seorang buruh pabrik batik yang masih berusia muda mengerjakan proses pengecapan dalam pembuatan batik di PT Batik Keris Solo, 1 Oktober 2015. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI meminta pemerintah menaikkan upah minimum kabupaten/kota (UMK), upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK), upah minimum provinsi (UMP), serta upah minimum sektoral (UMSP), sebesar 8 persen.

    "Berapa nilai yang diminta KSPI? Delapan persen," kata Presiden KSPI Said Iqbal, dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020. Menurut Said, permintaan kenaikan upah 8 persen masih wajar setelah melihat sejumlah perusahaan yang masih beroperasi.

    "Anggota kami itu 90 persen beroperasi," ujar dia. Dengan sebagian buruh yang masih bekerja, itu menunjukkan profit perusahaan di tengah Covid-19 masih terbilang sehat. "Buktinya masih operasi."

    Faktanya, kata Said, beberapa komponen otomotif memanggil kembali karyawan-karyawan baru untuk dikontrak. Karena itu, masih banyak perusahaan yang mampu menaikkan upah minimum. "Yang kami minta 8 persen," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Harian Covid-19, Hampir Tiap Bulan Rekor

    Pada 29 November 2020, Kasus Harian Covid-19 sebanyak 6.267 merupakan rekor baru dalam penambahan harian kasus akibat virus corona di Indonesia.