IHSG di Zona Hijau pada Awal Perdagangan Rabu, Naik 0,45 Persen

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan tengah menlintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    Karyawan tengah menlintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Rabu, 20 Oktober 2020.

    Melansir data RTI pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada pada level 5.122,9 atau naik 23,1 poin (0,45 persen) dibanding penutupan sebelumnya di 5.116,7.

    Sebanyak 182 saham melaju di zona hijau dan 64 saham di zona merah. Sedangkan 113 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai volume 573,6 miliar dengan volume 615,5 juta saham.

    Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola gerak IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Dia melihat sentimen dari masih terjadinya capital outflow secara year to date masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

    Namun, kata dia, selama support level dapat dipertahankan dengan baik maka potensi kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar.

    "Hari ini IHSG masih berpotensi terkonsolidasi," kata William dalam keterangan tertulis. Adapun dia memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 4.889 hingga 5.188 pada Rabu ini.

    Baca juga: Merger Bank Syariah BUMN, Mandiri Miliki Saham Terbesar

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.