Merger Bank Syariah BUMN, Mandiri Miliki Saham Terbesar

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bank melayani nasabah dari balik sekat transparan di Kantor Cabang Digital Bank Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat saat melayani nasabah secara langsung, sejumlah bank juga melakukan akselerasi teknologi dengan mengedepankan layanan digital sebagai ujung tombak operasional perbankan di era normal baru. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas bank melayani nasabah dari balik sekat transparan di Kantor Cabang Digital Bank Mandiri Syariah Thamrin, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat saat melayani nasabah secara langsung, sejumlah bank juga melakukan akselerasi teknologi dengan mengedepankan layanan digital sebagai ujung tombak operasional perbankan di era normal baru. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggenggam saham terbesar atas merger tiga bank syariah perusahaan BUMN. Komposisi kepemilikan saham Mandiri mencapai 51,2 persen.

    Sedangkan dua bank lainnya yang termasuk dalam agenda penggabungan, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (BNI), masing-masing mengantongi 17,4 persen dan 25 persen saham. Sementara itu, 2 persen saham digenggam oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI Saham Syariah dan 4,4 persen milik publik.

    Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan telah mempublikasikan detail rencana merger tiga bank syariah nasional yang meliputi Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BNI Syariah. “Integrasi ini lebih dari sekadar corporate action. Mengawal dan membesarkan bank syariah terbesar di negeri ini sesungguhnya adalah amanah yang besar,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Bank Hasil Penggabungan secara resmi akan beroperasi pada Februari 2021. Bank ini akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code BRIS.

    Total aset dari merger bank syariah akan mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun. Hery mengatakan Bank Hasil Penggabungan akan masuk ke dalam sepuluh besar bank di Indonesia dari sisi aset dan sepuluh besar bank syariah di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

    Direktur Utama BRI Syariah Ngatari masih ada sejumlah tahapan yang harus ditempuh sampai konsolidasi tuntas. “Kami pastikan semuanya dilakukan dengan saksama, sesuai dengan regulasi, dan mengedepankan karyawan, nasabah, mitra usaha, dan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” katanya. Selama proses merger berlangsung, Ngatari menjamin layanan untuk nasabah tetap berjalan dengan normal.

    Dalam rencana pengoperasian, Bank Hasil Penggabungan akan didukung oleh lebih dari 1.200 kantor cabang dan 1.700 jaringan ATM. Bank ini juga bakal memiliki 20 ribu karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya, merger tiga bank syariah akan mampu memberikan layanan finansial berbasis syariah.

    Baca juga: Dua Anak Usaha Bank Mandiri Ini Sumbang Cuan Terbesar
     

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.