Menteri Teten Ungkap Makanan Halal RI Tak Masuk 10 Besar Dunia

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan dari beberapa sektor industri halal, lini produk makanan halal Indonesia masih belum bisa menembus peringkat sepuluh besar dunia.

    Padahal pada lini lain, seperti pariwisata halal, fesyen muslim, dan keuangan syariah, Indonesia sudah mendapat posisi di lima besar dunia. Rinciannya, industri pariwisata halal di peringkat keempat, fesyen muslim peringkat ketiga, dan keuangan syariah peringkat kelima.

    "Namun, untuk produk makanan halal, Indonesia belum masuk ke sepuluh besar, kalau kita pakai dari State of Global Islamic Economic Report 2019-2020. Tantangan terbesar sertifikasi halal bagi UMKM saat ini adalah biaya mengaksesnya," ujar Teten dalam sebuah acara daring, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Teten berujar selama ini hanya usaha menengah dan besar yang memiliki kecukupan modal untuk mendapat sertifikasi halal. Menurut dia, tantangan tersebut akan dijawab melalui UU Cipta Kerja.

    "Alhamdulillah, melalui UU Cipta Kerja, sertifikasi halal bagi UMK tanpa biaya atau gratis," kata Teten. Ia menyebut adanya relaksasi pada perizinan dan jaminan produk halal akan membuat para pelaku usaha mikro dan kecil dapat mengakses sertifikasi tersebut.

    Teten meyakini kemudahan tersebut akan disambut baik oleh para pelaku mikro dan kecil di sektor makanan dan menengah. Apalagi, saat ini tercatat sekitar 60 persen pelaku UMKM berada di sektor makanan dan minuman.

    Ke depannya, ia berharap kolaborasi antar kementerian dan lembaga dalam menyokong UMKM bisa terus berlanjut. "Selain untuk mempermudah akses UMKM terhadap sertifikasi halal, kita juga perlu memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan konsumsi produk-produk UMKM," ujar Teten.

    Baca juga: Menteri Teten Masduki Sebut Omzet UMKM Naik Setelah Dapat Sertifikasi Halal

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.