BPTJ Sediakan Layanan Bagasi Sepeda Lipat di Bus JR Connexion

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas sepeda lipat yang tergabung dari Brompton Monas Cyclists tengah mencoba menggunakan moda transportasi TransJakarta di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. Transjakarta membuka empat rute untuk melayani layanan integrasi MRT agar memudahkan warga yang ingin menaiki ujicoba MRT langsung dilayani sehingga tidak menumpuk di satu lokasi. Tempo/Tony Hartawan

    Komunitas sepeda lipat yang tergabung dari Brompton Monas Cyclists tengah mencoba menggunakan moda transportasi TransJakarta di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. Transjakarta membuka empat rute untuk melayani layanan integrasi MRT agar memudahkan warga yang ingin menaiki ujicoba MRT langsung dilayani sehingga tidak menumpuk di satu lokasi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyediakan layanan bagasi sepeda lipat di Bus Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion). Layanan tersebut diberikan secara gratis untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat pengguna sepeda dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

    “Layanan bagasi gratis bagi sepeda lipat pada JR Connexion merupakan salah satu terobosan baru yang dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan sepeda tidak hanya dimanfaatkan untuk olahraga saja, namun juga menjadi salah satu alternatif dalam bertransportasi pada aktivitas sehari-hari,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Ahad, 18 Oktober 2020.

    Dia mengatakan Non Motorised Transportation (NMT) seperti sepeda menjadi salah satu pilar penting dari penyelenggaraan transportasi perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sebab, ucap Budi, terkait langsung dengan isu-isu global seperti lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

    Menurutnya, NMT dalam bentuk jalan kaki dan bersepeda dikenal di seluruh dunia sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan. "Kami tengah berupaya menjadikan Indonesia negara yang ramah bagi pejalan kaki dan sepeda melalui pembangunan fasilitas sarana dan prasarana pendukungnya,” ujarnya.

    Budi Karya menuturkan penggunaan sepeda menjadi bagian dari kebiasaan bertransportasi massal khususnya terkait dengan first mile dan last mile. First mile adalah tahapan bertransportasi dari titik awal menuju sarana transportasi massal terdekat. Sedangkan last mile adalah tahapan transportasi setelah dari angkutan umum menuju titik tujuan terakhir.

    “First mile dan last mile ini bisa dilakukan dengan berjalan kaki dan bersepeda dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Misalnya dari rumah menuju ke halte bus atau stasiun bisa menggunakan sepeda (first mile)," kata dia.

    Kemudian ketika sampai halte atau stasiun tujuan dapat kembali menggunakan sepeda untuk menuju ke kantor atau tempat yang dituju lainnya (Last Mile).

    Upaya lain yang tengah dilakukan pemerintah dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan dilakukan dengan mendorong pihak swasta untuk merealisasikan kawasan berkonsep transit oriented development (TOD) seperti yang ada di kawasan Jababeka. Kawasan Jababeka merupakan salah satu kawasan TOD yang telah mendapatkan rekomendasi teknis dari BPTJ pada 12 Juni 2019.

    Kawasan TOD yang mengusung konsep hunian terintegrasi dengan simpul transportasi publik seperti LRT, MRT, Shuttle Bus dan juga Kereta Api, dan fasilitas NMT seperti sepeda dan berjalan kaki. Dengan integrasi tersebut, diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

    “Dampak positif lain yaitu akan mendorong tumbuhnya gaya hidup sehat melalui penyediaan fasilitas yang ramah bagi para pejalan kaki dan pesepeda,” kata Menhub.

    Dari delapan operator JR Connexion yang saat ini beroperasi, sudah ada enam operator JR Connexion dengan 14 unit bus ke 10 rute yang telah menyiapkan fasilitas bagasi gratis bagi pengguna JR Connexion yang membawa sepeda lipat.

    Baca juga: Impor Sepeda Mulai Diatur, Berikut Beberapa Sepeda Lipat Produk Dalam Negeri 

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.