Pertamina Sebut Penjualan Avtur Jeblok 97 Persen, Terparah Juni Hanya 2 Ribu KL

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) PT. Pertamina (Persero) berjalan di tangki penampungan avtur DPPU Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 21 November 2019. PT. Pertamina (Persero) meresmikan DPPU sebagai bentuk komitmen nyata peningkatan pelayanan PT. Pertamina kepada konsumen di wilayah timur Indonesia dalam bisnis penerbangan. ANTARA/Olha Mulalinda

    Petugas Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) PT. Pertamina (Persero) berjalan di tangki penampungan avtur DPPU Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 21 November 2019. PT. Pertamina (Persero) meresmikan DPPU sebagai bentuk komitmen nyata peningkatan pelayanan PT. Pertamina kepada konsumen di wilayah timur Indonesia dalam bisnis penerbangan. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Karangasem - PT Pertamina (Persero) mencatat minimnya penerbangan selama pandemi berdampak pada jebloknya penjualan avtur. Direktur Human Capital Pertamina Koeshartanto menyebutkan, penurunan penjualan avtur terbesar terjadi pada bulan Juni yang lalu.

    Per Juni 2020 lalu, penjualan avtur hanya mencapai 2 ribu kiloliter (KL). Angka ini jeblok hingga 97 persen ketimbang periode serupa pada tahun 2019 yang bisa sebesar 74 ribu KL. 

    Koeshartanto menjelaskan, jika pada keadaan normal ada sebanyak 250 penerbangan per harinya, namun hingga bulan September baru mencapai 30-50 penerbangan per hari. "Penurunan paling besar terjadi pada bulan Juni 2020, kalau dibandingkan dengan Juni 2019, penjualan Avtur Pertamina sebesar 74 ribu KL," kata Koeshartanto saat meninjau sarana operasional distribusi energi di wilayah Provinsi Bali, Karangasem, Sabtu, 17 Oktober 2020. 

    Oleh karena itu Koeshartanto berharap pertumbuhan ekonomi Bali segera kembali pulih. Untuk mendukung pemulihan yang membutuhkan kesiapan dari sektor energi baik BBM, LPG dan Avtur. Dalam hal ini, Pertamina menyatakan siap  

    Selain itu, dalam kunjungannya bersama Direktur Pengembangan Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Haryo Yunianto, serta Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jatimbalinus, CD. Sasongko, Ia mengatakan seluruh sarana distribusi energi Pertamina yang ada di Bali siap beroperasi optimal untuk melayani kebutuhan energi penggerak roda ekonomi. 

    Peninjauan di Integrated Terminal (IT) Manggis yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, dilakukan untuk memastikan tim di lapangan dalam kondisi sehat dalam bertugas. Selain itu, peninjauan juga untuk memantau penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 di sarana distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) yang dikelola oleh Pertamina Pemasaran Regional Jatimbalinus. 

    Selama ini, IT Manggis telah melayani pengiriman BBM ke 200 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan 18 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bulk Elpiji (SPBBE) yang tersebar di 9 kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Adapun kapasitas total penyimpanan BBM yang dimiliki oleh IT Manggis sebesar 153 ribu Kilo Liter (KL), yang setiap harinya rata-rata melayani pengiriman produk sebanyak 2.300 KL.

    Sedangkan untuk melayani distribusi produk LPG, kapasitas total yang dimiliki IT Manggis mencapai 5.600 Metrik Ton (MT), dengan jumlah pengiriman harian sebanyak 780 MT. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pada triwulan II Tahun 2020 pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) minus 10,98 persen.

    ANTARA

    Baca: Pertamina Akan Jual Pertalite Seharga Premium di Palembang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.