Pesan Erick Thohir untuk Wisudawan Universitas Indonesia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi rumah duka Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Jakob Oetama meninggal pada usia 88 tahun karena mengalami gangguan multiorgan. TEMPO/Nurdiansah

    Menteri BUMN Erick Thohir mendatangi rumah duka Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Jakob Oetama meninggal pada usia 88 tahun karena mengalami gangguan multiorgan. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan semangat kepada para wisudawan Universitas Indonesia (UI) untuk terus mengembangkan diri guna menghadapi tantangan mendatang.

    "Bagi para wisudawan, jangan jadikan wisuda sebagai akhir dari perjuangan, melainkan ini adalah momen awal untuk menghadapi tantangan besar yang ada di masa depan," kata Erick Thohir ketika memberikan sambutan secara virtual pada acara wisuda UI di Depok, Jawa Barat, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Setelah masa pandemi Covid-19, Indonesia akan berhadapan dengan tantangan ekonomi, teknologi, globalisasi, dan bukan tidak mungkin akan ada pandemi kembali.

    "Sebagai anak muda, kalian merupakan ujung tombak bangsa, jangan pernah berhenti berkontribusi bagi negeri yang kita cintai, jangan pernah lelah mencintai Indonesia," kata Erick.

    Ia mengatakan pemerintah tengah menyiapkan ekosistem yang baik untuk mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, jasa, pariwisata, maritim, pertanian, dan sektor-sektor lainnya.

    Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat, di antaranya para lulusan UI yang tentu telah siap berkontribusi bagi negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.