Janji Tak Akan Menjabat Selepas 2024, Luhut Ingin Beri Contoh

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan, istrinya Devi Pandjaitan dan anaknya, Kerri Pandjaitan pada acara Wealth Wisdom, Jakarta 14 Agustus 2019. Tempo/Mitra Tarigan

    Luhut Binsar Pandjaitan, istrinya Devi Pandjaitan dan anaknya, Kerri Pandjaitan pada acara Wealth Wisdom, Jakarta 14 Agustus 2019. Tempo/Mitra Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pernah berjanji kepada istrinya, Devi Pandjaitan, untuk tak lagi menjabat sebagai menteri saat masa kepemimpinannya berakhir pada 2024 nanti. Janji itu ia ungkapkan dalam momentum hari ulang tahun Devi yang ke-71 tahun, yang jatuh pada Jumat, 16 Oktober 2020.

    “Saya pernah berjanji padanya (Devi) bahwa selesai masa jabatan saya di 2024 nanti,” ujar Luhut melalui akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Luhut mengatakan bakal beristirahat dan berfokus mengurus Yayasan Del. Yayasan Del merupakan yayasan yang berbasis di Sumatera Utara dan bergerak di bidang pendidikan. Luhut beserta Devi mendirikan yayasan ini pada 2001.

    Di samping mengurus yayasan, Luhut ingin memberikan contoh kepada publik bahwa pejabat negara yang sudah purna-tugas semestinya tidak lagi mengurusi apa pun yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebaliknya, kata dia, era pensiun itu sebaiknya dimanfaatkan untuk menikmati hidup.

    “Karena saya percaya bahwa semua yang di bawah langit ada waktunya,” tutur Luhut.

    Dalam unggahannya, Luhut juga bercerita bahwa ia tak bisa merayakan langsung ulang tahun istrinya lantaran masih menjalani karantina mandiri selepas pulang bertugas dari Cina. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini pun berkisah hanya bisa menuliskan pesan singkat kepada Devi.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.