Sepi Pelanggan, Matahari Putra Prima Tutup 8 Gerai Jaringan Retail Saat Pandemi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 8.3_EKBIS_Hypermart

    8.3_EKBIS_Hypermart

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk Herry Senjaya mengatakan perseroan menutup gerai yang performanya sangat terdampak Covid-19. Penutupan dilakukan di antaranya di Bali dan Jambi.

    "Ada beberapa gerai, karena dari sisi pelanggan sangat sepi sekali dan kami selektif, kalau tidak salah ada 8 gerai yang kami tutup sementara selama massa Covid-19 ini," kata Herry dalam paparan publik perseroan, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Matahari Putra Prima memilik jaringan ritel Hypermart, Foodmart, Hyfresh, Primo, Boston dan FMX.

    Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary PT Matahari Putra Prima Tbk, Danny Kojongian mengatakan efisiensi atau penutupan sementara beberapa gerai dilakukan untuk mengurangi kerugian perseroan.

    Adapun rugi bersih perseroan pada kuartal II 2020 sebesar Rp 219,25 miliar. Kerugian itu meningkat dibandingkan rugi bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 186,8 miliar.

    Dia mengatakan tahun ini juga tidak membuka gerai baru seperti tahun-tahun sebelumnya. "Ke depan kita lihat pandemi sudah berakhir, kondisi ritel dan ekonomi kondusif, kami buka gerai-gerai lagi," ujarnya.

    Danny menuturkan dari Maret hingga Juli 2020 perseroan merampingkan biaya operasional sebesar 22 persen dari Rp 169 miliar menjadi Rp 131 miliar per bulan melalui berbagai inisiatif.

    HENDARTYO HANGGI

    Baca juga: RUPSLB Matahari Putra Prima Setujui Susunan Direksi dan Komisaris Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Sukses yang Harus Diadopsi Pengusaha di Masa Pandemi Covid-19

    Banyak bisnis menderita di 2020 akibat pandemi Covid-19.