Tulis Pesan ke Istri, Luhut Isyaratkan Pensiun Setelah Masa Jabatan Selesai 2024

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Luhut Binsar Pandjaitan dan istrinya Devi Pandjaitan/ Facebook-Luhut Binsar Pandjaitan

    Foto Luhut Binsar Pandjaitan dan istrinya Devi Pandjaitan/ Facebook-Luhut Binsar Pandjaitan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengisyaratkan bakal pensiun dari dunia politik setelah 2024. Isyarat itu tertuang jelas dalam surat yang dituliskannya kepada sang istri Devi Pandjaitan Br Simatupang.

    Saya pernah berjanji padanya bahwa selesai masa jabatan saya di 2024 nanti, saya tidak akan menjabat lagi karena saya berpikir sudah waktunya untuk istirahat dan fokus mengurus @yayasandel,” tulis Luhut melalui akun instagram pribadinya pada Jumat, 16 Oktober 2020.

    Surat itu sendiri merupakan surat Luhut kepada sang istri yang genap berusia 71 tahun pada hari ini, Jumat, 16 Oktober 2020. Hanya saja, surat itu ditulis lewat bilik karantina.

    "Namun di tahun ini saya harus menahan sebentar rasa rindu saya karena masih berada di karantina setelah perjalanan tugas dari Tiongkok dan belum bisa menemuinya untuk sekedar memberikan pelukan hangat. Saya hanya bisa menuliskan pesan ini sembari menatap ke jendela tempat karantina,” tulisnya.

    Dari bilik karantina itu, dia mengenang, bertemu sang istri pertama kali di Bandung pada 1965. Enam tahun kemudian, 27 November 1971, mereka memutuskan untuk menikah. Dari pernikahan itu, hadir empat orang anak sebagai buah cinta mereka.

    Saya paham bahwa tidak pernah mudah menjadi istri seorang prajurit TNI yang sering bertugas ke luar daerah. Karena itu melihat anak cucu saya tumbuh dengan baik, membuat saya merasa berhutang pada istri saya,” kata dia.

    Selain itu, dia berterima kasih atas pengorbanan yang telah diberikan oleh sang istri. Menurut dia, sosok sang istri mengajakan banyak hal soal keikhlasan.

    Seseorang yang rela mengorbankan cita-cita pribadinya demi mendidik anak-anak dan menjaga keluarga. Sebagai anak seorang Menteri di zaman Presiden Soekarno, meninggalkan segala kenyamanan hidupnya tentu bukanlah hal yang mudah, tapi semua itu ia lakukan dengan ikhlas,” katanya.

    BISNIS

    Baca juga: Luhut Akui UU Cipta Kerja Ada Kekurangan Akan Dibenahi di Aturan Turunannya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.