Indonesia-Singapura Sepakati 4 Hal di Pertemuan Tingkat Menteri

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir (ketiga kanan) menerima Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean (ketiga kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Agustus 2017. Kedua negara membahas 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura, serta kerjasama di bidang ekonomi. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir (ketiga kanan) menerima Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean (ketiga kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, 11 Agustus 2017. Kedua negara membahas 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura, serta kerjasama di bidang ekonomi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Singapura berkomitmen untuk terus memperkuat dan meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral di tengah pandemi Covid-19. Langkah ini ditempuh dalam rangka mendorong pertumbuhan perekonomian kedua negara yang berkelanjutan.

    “Indonesia-Singapura sepakat untuk melakukan extraordinary efforts serta memunculkan terobosan kebijakan baru guna memastikan aspek protokol kesehatan yang ketat dan pemulihan perekonomian dapat terus berjalan beriringan,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Indonesia-Singapura dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Selain itu, pertemuan bilateral ini membahas capaian kerja sama ekonomi bilateral dari enam Working Groups (WG), antara lain WG Batam, Bintan, Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), WG Investasi, WG Transportasi, WG Pariwisata, WG Ketenagakerjaan, dan WG Agribisnis. Menteri Perdagangan dan Industri Singapura H.E. Chan Chun Sing memimpin delegasi Singapura dalam pertemuan ini.

    Airlangga bersama Menteri Chan Chun Sing kemudian menyepakati laporan kemajuan kerja sama enam Working Groups (Joint Report to Leaders) untuk dilaporkan dalam pertemuan kedua Kepala Pemerintahan yang akan datang.

    Melihat efek pandemi yang masif dan sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi, para menteri menggarisbawahi beberapa kesepakatan yang telah dihasilkan oleh kedua negara, antara lain Ratifikasi Bilateral Investment Treaty (BIT); Kesepakatan Travel Corridor Agreement (TCA); Penandatanganan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B); dan Kebijakan Reformasi Struktural Indonesia melalui UU Cipta Kerja.

    Dalam sambutannya Menko Airlangga menyampaikan pentingnya kesepakatan-kesepakatan tersebut sebagai upaya penyempurnaan iklim investasi dan peningkatan daya saing ekonomi Indonesia di kawasan.

    Selanjutnya, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan BBK yang berbatasan langsung dengan Singapura, telah didirikan dua KEK baru yakni Nongsa Digital Park dan Batam Aero Technic.

    Nongsa Digital Park dibangun di atas lahan seluas 166,45 hektare dan target investasi sebesar Rp 16 triliun serta akan menyerap sebanyak 16.500 tenaga kerja. Sedangkan Batam Aero Technic memiliki lahan seluas 30 hektare dengan target investasi sebesar Rp 6,2 triliun dan diperkirakan akan menyerap sebanyak 9.976 tenaga kerja. “Ditargetkan pada bulan Desember 2020, kedua KEK tersebut sudah dapat memanfaatkan fasilitas dan insentif yang diberikan,” ujar Menko Airlangga.

    Sekedar informasi, pengembangan KEK Kendal juga merupakan bentuk kerja sama Indonesia-Singapura yang diakselerasi untuk mendorong percepatan pengembangan super koridor Jawa Utara. Pencapaian KEK Kendal pada bulan Agustus 2020 telah melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Aksi untuk tahun 2020 dengan nilai investasi mencapai Rp18,6 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 8.490 orang.

    Pemerintah terus mendorong pengembangan KEK Kendal melalui pembangunan infrastruktur pendukung seperti Jalan Tol Pelabuhan Semarang dan Bendungan Karet Sungai Blorong.

    Airlangga dan Chan Chun Sing juga melihat potensi peningkatan investasi terutama di sektor ekonomi digital, smart city, financial technology dan start-up yang berorientasi pada teknologi digital. Sehingga salah satu bidang kerja sama penting yang tengah dikembangkan oleh kedua negara adalah terkait dengan ekonomi digital dan pelatihan talenta-talenta muda di bidang teknologi.

    Baca juga: Pemerintah Promosi UU Cipta Kerja ke Pengusaha Jepang

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.