CEPI Pakai Fasilitas Bio Farma untuk Produksi 100 Juta Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Induk perusahaan holding BUMN Farmasi, Bio Farma, dinyatakan telah terpilih sebagai salah satu Potential Drug Manufacturer CEPI for Covid-19.

    Hal tersebut merupakan kelanjutan dari hasil due diligence atau uji tuntas pada tanggal 15 September 2020 yang memberikan penilaian pada aspek sistem produksi vaksin dan mutunya, sistem analitik laboratorium, dan sistem teknologi informasi yang digunakan Bio Farma dalam memproduksi vaksin.

    CEPI merupakan koalisi pemerintah-swasta dan filantropis yang berpusat di Norwegia. Lembaga ini bertujuan untuk mengatasi epidemi dengan cara mempercepat pengembangan vaksin. CEPI juga bertujuan untuk mengembangkan fase awal vaksin Covid-19 yang aman, efektif, dan terjangkau yang dapat membantu menahan wabah sedini mungkin.

    Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan fasilitas Bio Farma yang akan digunakan oleh CEPI adalah untuk memproduksi vaksin Covid-19 dengan multi platform sebanyak 100 juta dosis per tahun. Proses tersebut akan dimulai pada akhir kuartal IV 2021 atau kuartal I 2022. “Saat ini dunia sedang berusaha untuk menemukan vaksin Covid-19 dengan segala jenis platform," kata Honesti dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2020. 

    Menurut dia, para pengembang vaksin Covid-19 dari seluruh dunia ada yang belum memiliki fasilitas produksi massal secara mandiri. Oleh sebab itu, CEPI akan mempertemukan para pengembang dengan produsen vaksin yang telah memenuhi persyaratan tertentu. "Bio Farma adalah salah satunya”, ujar Honesti.

    Honesti memastikan bahwa penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI tidak akan memengaruhi kegiatan produksi rutin yang ada di Bio Farma. “Tentu saja kami sudah memperhitungkan aktivitas produksi kami yang rutin, setelah dilakukan perhitungan, penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI, tidak akan mengganggu kegiatan produksi rutin di Bio Farma," ujarnya.

    Ke depan, Honesti menyatakan, kolaborasi dengan CEPI tidak sebatas vaksin Covid-19 saja, melainkan pengembangan vaksin lainnya melalui berbagai teknologi terkini. Diharapkan Bio Farma bisa mendapatkan akses terhadap berbagai teknologi pembuatan vaksin, sehingga akan memperkuat kemandirian vaksin secara nasional.

    Baca juga: Bio Farma Dinilai Mampu Kembangkan Vaksin, Erick Thohir: Kualitas Diakui Dunia

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.