Menlu Retno Sebut 3 Perusahaan Inggris Berminat Investasi di Sektor Energi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Retno Marsudi menggelar jumpa pers soal resolusi DK PBB mengenai perpanjangan mandat UNAMA di Kemenlu pada Kamis, 17 September 2020. Kemenlu

    Menlu Retno Marsudi menggelar jumpa pers soal resolusi DK PBB mengenai perpanjangan mandat UNAMA di Kemenlu pada Kamis, 17 September 2020. Kemenlu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan sedikitnya ada tiga investor Inggris yang menaruh minat untuk berinvestasi di bidang energi terbarukan di Indonesia.

    "Mengenai kerjasama investasi dengan Inggris, saya menyambut baik minat kuat dari beberapa investor Inggris di bidang renewable energy," ujar Menlu Retno dalam konferensi pers daring, Rabu malam, 14 Oktober 2020.

    Tiga investor dari Inggris yang dimaksud Retno antara lain Aggreko. Aggreko plc adalah pemasok peralatan pembangkit listrik sementara dan peralatan pengatur suhu asal Skotlandia, Inggris Raya. Menlu Retno mengatakan perusahaan berkantor pusat di Glasgow itu merencanakan operasinya di Indonesia, mulai dari suplai gas dan diesel ke suplai solar PVs.

    Selain itu, ada pula perusahaan bernama Orbital Marine Power yang berencana membangun proyek tidal turbine atau turbin pasang surut di wilayah timur Indonesia. Proyek tersebut direncanakan bisa memproduksi energi sebesar 10 megawatt.

    Tak hanya Orbital Marine Power, Retno mengatakan, perusahaan Nova Innovation juga berencana membangun off-grid tidal turbine di Tanah Air.

    Perihal investasi tersebut dibahas oleh Menlu Retno bersama dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab. Retno mengatakan Inggris sejauh ini adalah mitra dagang keempat terbesar Indonesia di Eropa dan peringkat pertama perdagangan kayu dari Eropa. Di samping itu, Inggris juga merupakan mitra investasi kedua terbesar dari Eropa.

    Selain membahas mengenai investasi, Retno mengatakan, pertemuan tersebut telah menghasilkan kesepakatan bahwa dua negara akan mempererat kerja sama bilateral dan multilateral di tengah tantangan pandemi Covid-19.

    "Sebagai sesama anggota dewan keamanan PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa, kami juga sepakat mengedepankan multilateralisme dan sepakat memperkuat kerja sama pengelolaan Covid-19," ujar Retno.

    Baca juga: Panel Surya Pabrik Cola Cola di Cibitung Terbesar di Asean, Ini Kata Airlangga

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin