Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat Tipis, Terpengaruh Sentimen Kebijakan BI

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pelayanan penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Di Asia, rupiah menguat bersama sejumlah mata uang lain. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas pelayanan penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Di Asia, rupiah menguat bersama sejumlah mata uang lain. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar di pasar spot menguat tipis sebanyak tujuh poin di level Rp 14.171 dalam penutupan sesi perdagangan Rabu, 14 Oktober 2020. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat 0,85 persen ke level 5.176,1 meski sempat bergerak fluktuatif.

    Sedangkan nilai transaksi pada penutupan perdagangan Rabu ini tercatat mencapai Rp 12,13 triliun. Penguatan nilai tukar rupiah dan IHSG dipengaruhi oleh sentimen bauran kebijakan Bank Indonesia.

    “Strategi bauran kebijakan yang di terapkan oleh Bank Indonesia saat ini cukup mumpuni untuk menstabilkan perekonomian dan mata uang rupiah,” ucap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi pada Rabu, 14 Oktober 2020.

    Selama pandemi Covid-19, Bank Indonesia menjalankan dua strategi, yakni untuk menghadapi volatilitas nilai tukar dan aliran modal agar konsisten dengan target inflasi. Agar kebijakan berjalan, Bank Indonesia melakukan intervensi nilai tukar dan manajemen aliran modal.

    Bank Indonesia juga melakukan intervensi  melalui pasar spot, obligasi, serta domestic non-deliveryforward (DNDF) atau transaksi derivatif valas terhadap rupiah. “Ini lebih efektif dalam stabilisasi nilai tukar untuk tujuan stabilitas harga,” ucapnya.

    Di samping itu, BI juga mengupayakan perputaran keuangan lebih banyak berkaitan dengan kredit. Ibrahim menjelaskan kebijakan BI ini pernah diterapkan pada saat terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan Serta serta Brexit.

    Sedangkan dari sisi eksternal, pergerakan mata uang terpengaruh oleh mundurnya pengesahan rancangan undang-undang Amerika Serikat terkait stimulus yang mengakibatkan prospek ekonomi Negeri Abang Sam melambat. Di sisi lain, Inggris juga masih terus berjuang melawan gelombang kedua Covid-19 dan membatasi aktivitas ekonomi.

    Pada perdagangan Kamis, 15 Oktober mendatang, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan dibuka menguat. Rupiah juga diprediksi kembali menguat di penutupan perdagangan di level Rp 14.690-14.730.

    Baca juga: Bank Indonesia Sebut Isu Geopolitik Buat Seret Aliran Modal ke Indonesia

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.