PM Jepang Yoshihide Suga Berkunjung ke Indonesia Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga (kanan) dan eks PM Shinzo Abe. Reuters

    Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga (kanan) dan eks PM Shinzo Abe. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta – Perdana Menteri Jepang atau PM Jepang Yoshihide Suga akan bertandang ke Indonesia pada pekan depan untuk membahas kemitraan dua negara. Kunjungan tersebut merupakan lawatan perdana Suga setelah dilantik pada 16 September 2020.

    “Ini akan bermakna strategis karena menjadi kunjungan pertama Perdana Menteri Jepang Suga ke luar negeri sejak dilantik. Kunjungan itu merefleksikan kemitraan yang terjalin erat antara Indonesia dan Jepang selama 60 tahun,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dalam konferensi virtual, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Mahendra berharap momentum kedatangan Suga dapat meningkatkan kinerja investasi di bidang perdagangan antara Indonesia dan Jepang. Selain itu, lawatan tersebut digadang-gadang mampu memperkuat kepercayaan dua negara untuk menjalin hubungan bilateral yang lebih solid.

    Selama pandemi Covid-19, Mahendra mengakui kerja sama kemitraan antara Indonesia dan Jepang menurun. Berdasarkan data negara yang merealisasikan investasinya ke Indonesia, Jepang tidak lagi masuk di daftar lima besar.

    Bahkan, kerja sama Indonesia dan Jepang juga tidak terlihat di bidang pengadaan alat-alat kesehatan hingga vaksin, pengembangan koridor pejalanan, dan rencana relokasi industri.

    Absennya Jepang di daftar kerja sama investasi Indonesia dinilai  tidak sebanding dengan kemitraan dua negara selama 60 tahun. Padahal, pada krisis-krisis sebelumnya, Mahendra mengungkapkan, kedua negara saling mendukung dalam menghadapi guncangan stabilitas ekonomi.

    “Dalam menghadapi krisis moneter Asia 20 tahun lalu dan global financial crisis 12 tahun lalu, Indonesia-Jepang selalu menjadi penunjang dari berbagai tantangan. Begitu juga saat bencana alam maupun kesulitan lain yang dialami Indonesia maupun Jepang,” tutur Mahendra.

    Mahendra menyayangkan kondisi ini terjadi lantaran pada saat yang sama, kemitraan Indonesia dengan negara lain, seperti Cina dan Amerika Serikat, justru meningkat. Dalam pengembangan vaksin, misalnya, Indonesia telah meneken komitmen dengan Cina untuk mendatangkan jutaan dosis Sinovac dan Cansino hingga 2021 mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.