Stafsus Jokowi Mau Cetak 100 Ribu Petani Milenial

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kolase Staf khusus Presiden Joko Widodo, Gracia Billy Yosaphat Mambrasar. ANTARA/Wahyu Putro A

    Foto kolase Staf khusus Presiden Joko Widodo, Gracia Billy Yosaphat Mambrasar. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Jokowi, Billy Mambrasar, mengatakan timnya telah membuat rencana program untuk mendukung program 2,5 juta petani milenial yang ada di Kementerian Pertanian. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu membuat program resonator atau leader petani milenial yang dapat memodernkan pertanian.

    "Di tahap awal kami akan menyasar pada provinsi krusial seperti Papua dan Kalimantan Tengah," kata Billy dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020. Dua daerah inilah, kata dia, yang menjadi provinsi percontohan untuk menciptakan farming leaders di kalangan milenial.

    Selanjutnya, akan ada pelatihan di 10 provinsi yang ditargetkan bisa mencetak 100 ribu petani milenial. "Sehingga ke depan hasilnya tidak hanya untuk mensuplai kebutuhan pangan nasional tetapi juga berorientasi pada ekspor, “ kata Billy

    Melalui pelatihan ini, kata Billy, peserta bukan saja mendapat pemahaman terkait bagaiman meningkatkan produktivitas tetapi juga cara mengakses pasar dari suatu komoditas dengan menggunakan teknologi digital. "Seperti stratup dan kerjasama dengan banyak mitra lainya," kata dia.

    Lebih lanjut, Billy juga mengatakan bahawa generasi milenial harus kembali lagi kepada sektor pertanian. Sebab, dalam kondisi krisis akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, sektor pertanian merupakan sektor yang paling stabil.

    Menurut dia, tingkat pertumbuhan di sektor pertanian paling tinggi dibanding sektor lainya. Sehingga, Billy menyebut sektor ini terbukti menjadi sektor andalan di negeri ini.

    Merujuk data BPS, pada kuartal dua 2020, sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dengan pencapaian 16,24 persen (qtq). Ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai minus 4,19 persen (qtq).

    Baca: Indef: Presiden Jokowi Akan Wariskan Utang yang Sangat Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra