CEO Crown Group Sebut Pasar Properti di Melbourne Laris Dibeli Orang Indonesia

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Crown Group, Iwan Sunito. Istimewa

    CEO Crown Group, Iwan Sunito. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan pasar properti di Melbourne, Australia, sangat diminati oleh orang Indonesia. Bahkan, Indonesia termasuk salah satu pembeli properti terbesar yang berasal dari luar negeri.

    “Indonesia the biggest second (terbesar kedua) buat pembeli (properti) dari luar negeri, signifikan setelah Cina,” tutur CEO Crown Group Iwan Sunito dalam konferensi pers pada Selasa, 13 Oktober 2020.

    Berdasarkan penelaahan Crown Group, sekitar 60 persen dari total orang Indonesia yang ingin berinvestasi properti di Australia memilih Kota Melbourne. Sedangkan 40 persen lainnya memilih Sidney.

    Melbourne, tutur dia, memiliki magnet atmosfer perkotaan yang nyaman dan menjadi pusat perhatian karena memiliki universitas terbaik di Negeri Kanguru, yakni Melbourne University.

    Berkaca dari kondisi tersebut, Indonesia pun menjadi lokasi perdana untuk sasaran peluncuran produk properti CrownGroup, yakni Apartemen ARTIS, yang berlokasi di Southbank, Melbourne. Bekerja sama dengan G3 Projects, pengembangan rumah vertikal ini merupakan bagian dari rencana Crown Groupp untuk menciptakan pipeline senilai Rp 30 triliun di Melbourne.

    Peluncuran dilakukan pada November nanti. Pada perilisan perdananya, ARTIS akan memiliki 153 unit kamar dengan pemandangan kota. Gedung yang didesain oleh Arsitek Koichi Takada akan berdiri di lahan seluas 2.070 meter persegi di 175 Sturt Street.

    “Kami yakin untuk meluncurkannya di pasar saat ini karena kami didukung oleh fundamental pasar utama, yaitu berada di lokasi di luar wilayah CBD,” ucapnya. Selain menyasar pasar Indonesia, Crown Group membidik konsumen dari Cina dan negara di Asia Tenggara lainnya.

    Baca: Bisnis Properti Mulai Menggeliat, REI Minta Keringanan Pajak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Cuitan Penyebab Polisi Mengira Syahganda Dalang Demo UU Cipta Kerja

    Polisi menangkap Syahganda Nainggolan sebagai dalang kerusuhan UU Cipta Kerja.