Bos Bio Farma Bantah Cina Jual Vaksin Lebih Mahal ke Indonesia Ketimbang Brasil

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengemasan vaksin COVID-19 di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Cina Sinovac Biotech di Beijing, Cina, 24 September 2020. REUTERS/Thomas Peter

    Pekerja melakukan pengemasan vaksin COVID-19 di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Cina Sinovac Biotech di Beijing, Cina, 24 September 2020. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir membantah harga vaksin Sinovac produksi perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac Biotech Ltd, yang dijual kepada Indonesia lebih mahal ketimbang yang dipasarkan di Brasil. Saat ini, harga penjualan vaksin Sinovac berkisar Rp 200 ribu per dosis.

    Pernyataan tersebut menanggapi kabar yang beredar bahwa Sinovac menjual vaksin per dosis seharga Rp 1,96 (sekitar Rp 29 ribu) di Brasil, atau jauh lebih murah ketimbang yang dipatok untuk Indonesia. Honesti mengklaim pihaknya telah menghubungi Sinovac terkait persoalan ini.

    “Mereka (Sinovac) sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma, yang memastikan bahwa informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak US$ 90 juta dengan pemerintah Brasil tidak tepat dan mengenai harga US$ 1.96 per dosis  pun tidak tepat,” ujar Honesti pada Selasa, 13 Oktober 2020.

    Honesti menyatakan harga vaksin tidak mungkin terlalu murah karena biaya pengiriman tiap dosisnya saja sekitar US$ 2. Meski demikian, dia mengakui skema pemberian harga vaksin Covid-19 tidak dapat diseragamkan.

    Sinovac dalam surat resminya menyampaikan ada beberapa komponen pembentuk harga vaksin Covid-19. Salah satunya investasi pada studi klinis fase ketiga, terutama dalam uji efikasi dalam skala besar. Faktor pembentuk harga itu juga berlaku untuk pembelian dari Indonesia. Ia memastikan perusahaan mengikuti prinsip-prinsip produsen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.