Trending Bisnis: Menteri Respons soal Kawasan Hutan, PSBB Rugikan Restoran 20 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siti Nurbaya (Instagram @siti.nurbayabakar)

    Siti Nurbaya (Instagram @siti.nurbayabakar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Sabtu, 10 Oktober 2020, dimulai dari bantahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar soal kewajiban 30 persen hutan yang disebut hilang di Omnibus Law. Selain itu ada juga dana soal kerugian bisnis restoran selama PSBB jilid kedua. 

    Ada pula soal pemerintah yang mengundang sejumlah kalangan membahas Omnibus Law serta penjelasan Ketua INACA tentang dampak UU Cipta Kerja ke dalam perhitungan tiket pesawat. Selain itu, ada tentang Menteri BUMN Erick Thohir memamerkan keberhasilannya menggandeng anak muda menjadi bos perusahaan pelat merah

    Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

    1. Kewajiban 30 Persen Hutan Hilang di Omnibus Law, Menteri LHK: Justru Lebih Ketat

    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar akhirnya menjawab kekhawatiran beberapa kalangan bahwa kewajiban 30 persen kawasan hutan hilang dalam Omnibus Law. Siti menyebut anggapan ini sangat tidak tepat.

    Sebab, kata dia, catatan ini sudah dimasukkan ke dalam kewajiban pertimbangan bigeofisik dan sosiologi masyarakat. Ini sebagai pertimbangan untuk penggunaan dan pemanfaatan, selain pertimbangan daya dukung daya tampung.

    "Justru dalam Omnibus Law, ini bisa lebih ketat daripada hanya angka 30 persen," kata Siti memberi penjelasan lewat akun Twitter-nya @SitiNurbayaLHK pada Sabtu, 10 Oktober 2020.

    Simak lebih jauh tentang Omnibus Law di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.