Kembali Tangkap 2 Kapal Asing, Edhy Prabowo: Illegal Fishing Tak Kenal Pandemi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan positif Covid-19 pada awal September 2020. Edhy sempat masuk ICU saat dirawat, namun saat ini kondisinya telah membaik dan hasil tes swab terakhirnya sudah negatif. Dok. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan positif Covid-19 pada awal September 2020. Edhy sempat masuk ICU saat dirawat, namun saat ini kondisinya telah membaik dan hasil tes swab terakhirnya sudah negatif. Dok. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan penangkapan dua kapal ikan asing yang masuk ke wilayah Indonesia menandakan praktik perikanan ilegal alias illegal fishing tak kendor di tengah pandemi.

    "Pelaku illegal fishing tidak mengenal masa pandemi, karena mereka terus melakukan aksinya dan bahkan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai peluang," ujar Edhy dalam konferensi video, Selasa, 6 Oktober 2020. Karena itu, ia meminta jajarannya tetap waspada dan meningkatkan pengawasan di laut.

    Kementerian Kelautan dan Perikanan baru-baru ini kembali menangkap kapal asing pencuri ikan alias illegal fishing yang masuk wilayah laut Indonesia. Kali ini dua kapal Filipina ditangkap bersama 21 awaknya.

    Edhy menjelaskan, penangkapan dua kapal Filipina bernomor lambung VMC-188 dan LB VIENT-21 merupakan hasil operasi Kapal Pengawas Orca 04 pada Kamis 1 Oktober 2020 di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 Samudera Pasifik. "Satu kapalnya ukuran besar 105,90 GT menggunakan alat purse seine. Satunya lagi ukuran 20,62 GT, jenis kapal lampu," katanya.

    Penangkapan kapal asing di perairan Samudera Pasifik merupakan pertama kalinya sejak Edhy menjabat, menggantikan Susi Pudjiastuti. Menurutnya, ini menjadi penanda bahwa modus operadi dan pergerakan kapal illegal fishing sangat dinamis.

    "Kita jaga di Laut Sulawesi, mereka bergerak ke arah Samudera Pasifik. Alhamdulillahnya pergerakan ini terdeteksi dengan baik oleh aparat kami dari Ditjen PSDKP. Kesigapan tim di lapangan patut diapresiasi," ujarnya.

    Edhy mengatakan bahwa meskipun mengalami keterbatasan armada kapal pengawas, KKP memastikan pengawasan terhadap kapal-kapal pencuri ikan tetap dilakukan semaksimal mungkin. "Dengan adanya penangkapan ini, ke depan kita akan semakin intensifkan di wilayah perairan lainnya termasuk WPP 718, Laut Arafura," ujarnya.

    Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Edhy Prabowo Bagikan Pantun Hari Batik Nasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Harian Covid-19, Hampir Tiap Bulan Rekor

    Pada 29 November 2020, Kasus Harian Covid-19 sebanyak 6.267 merupakan rekor baru dalam penambahan harian kasus akibat virus corona di Indonesia.