KKP Kembali Tangkap 2 Kapal Asing, Kali Ini di Samudera Pasifik

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AL awak KRI Yos Sudarso-353  berjaga di dekat dua Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Pelabuhan Fasilitas Labuh (Faslabuh) TNI AL di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 18 Juli 2020. KRI Yos Sudarso-353 berhasil menangkap kedua KIA tersebut di perairan Pulau Sekatung dan mengamankan 10 orang WNA beserta barang bukti ikan hasil tangkapannya. ANTARA FOTO/Ardi

    Prajurit TNI AL awak KRI Yos Sudarso-353 berjaga di dekat dua Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Pelabuhan Fasilitas Labuh (Faslabuh) TNI AL di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 18 Juli 2020. KRI Yos Sudarso-353 berhasil menangkap kedua KIA tersebut di perairan Pulau Sekatung dan mengamankan 10 orang WNA beserta barang bukti ikan hasil tangkapannya. ANTARA FOTO/Ardi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap kapal asing pelaku penangkapan ikan ilegal alias illegal fishing, yang masuk wilayah laut Indonesia. Kali ini yang ditangkap adalah dua kapal Filipina bersama 21 awaknya.

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjelaskan, penangkapan dua kapal Filipina bernomor lambung VMC-188 dan LB VIENT-21 merupakan hasil operasi Kapal Pengawas Orca 04 pada Kamis 1 Oktober 2020 di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 Samudera Pasifik. "Satu kapal berukuran besar 105,90 GT menggunakan alat purse seine. Satu lagi ukuran 20,62 GT, jenis kapal lampu," kata Edhy dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Penangkapan kapal asing di perairan Samudera Pasifik merupakan pertama kalinya sejak Edhy Prabowo menjabat, menggantikan Susi Pudjiastuti. Menurut dia, ini menjadi penanda bahwa modus operadi dan pergerakan kapal illegal fishing sangat dinamis. Ditambah lagi di masa pandemi, pencurian tetap berlangsung. "

    Kita jaga di Laut Sulawesi, mereka bergerak ke arah Samudera Pasifik. Alhamdulillah, pergerakan ini terdeteksi dengan baik oleh aparat kami dari Ditjen PSDKP. Kesigapan tim di lapangan patut diapresiasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.