Daya Beli Lemah, Ekonomi Kuartal I 2021 Diprediksi Masih Resesi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. APBN diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi. Maka program priortas yang masuk dalam pendanaan APBN harus digenjot realisasinya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. APBN diharapkan bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi. Maka program priortas yang masuk dalam pendanaan APBN harus digenjot realisasinya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia hampir dipastikan akan mengalami resesi. Ini terlihat dari indeks harga konsumen pada September mengalami deflasi dan telah berlangsung sepanjang triwulan III/2020.

    Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk, Adrian Panggabean mengatakan bahwa telah menyimpulkan Indonesia akan resesi sejak triwulan I/2020. “Dan saya memperkirakan akan tetap berada di zona resesi sampai triwulan I/2021,” katanya saat dihubungi, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Adrian menjelaskan bahwa deflasi yang terus sepanjang triwulan III/2020 mengkonfirmasi sangat lemahnya permintaan. “Sehingga pertumbuhan ekonomi di triwulan III/2020 saya perkirakan akan berada di sekitar -3 persen sampai -3,5 persen,” katanya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2020 mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.

    ADVERTISEMENT

    Deflasi pada September ini membuat laju IHK sepanjang tahun kalender mengalami inflasi sebesar 0,89 persen (year to date/ytd). Sementara itu, laju IHK tahunannya tercatat berada di posisi inflasi sebesar 1,42 persen (year-on-year/yoy).

    Dari 90 kota IHK, kota mengalami 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,83 persen dan terendah di Bukit Tinggi, Jember dan Singkawang 0,01 persen. Inflasi tertinggi di Gunung Sitoli sebesar 1 persen dan terendah di Pontianak dan Pekan baru sebesar 0,01 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.