Terimbas Pandemi, Menperin: Neraca Dagang Kopi Olahan Surplus USD 211 Juta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada Maret 2019 lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melaporkan harta kekayaannya kepada KPK. Berdasarkan laporan itu total kekayaan Agus sebesar Rp 220 miliar. TEMPO/Subekti.

    Pada Maret 2019 lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang melaporkan harta kekayaannya kepada KPK. Berdasarkan laporan itu total kekayaan Agus sebesar Rp 220 miliar. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kinerja perdagangan kopi olahan Tanah Air masih moncer di tengah tekanan pandemi Covid-19.

    Meskipun terhantam pagebluk, ia berujar pada periode Januari - Juni 2020, neraca perdagangan produk kopi olahan masih mengalami surplus sebesar US$ 211,05 juta. “Ini merupakan pencapaian yang cukup menggembirakan pada masa pandemi saat ini,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Karena itu, Agus mengatakan kementeriannya terus memacu keberlangsungan usaha sektor industri pengolahan kopi di dalam negeri yang cukup mengalami tekanan terhadap dampak pandemi Covid-19.

    Salah satu upayanya adalah memfasilitasi perluasan pasar ekspor karena kopi olahan Indonesia telah diakui keunggulannya di oleh banyak konsumen mancanegara. “Industri pengolahan kopi nasional tidak hanya menjadi pemain utama di pasar domestik, akan tetapi juga sudah dikenal sebagai pemain global.”

    Menperin berujar ekspor produk kopi olahan memberikan sumbangan pemasukan devisa pada tahun 2019 mencapai US$ 610,89 juta atau meningkat 5,33 persen dibanding tahun 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.