Indef: Presiden Jokowi Akan Wariskan Utang yang Sangat Besar

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Didik Rachbini Sarankan Kaji 3 Kelompok Perundang-undangan

    Didik Rachbini Sarankan Kaji 3 Kelompok Perundang-undangan

    TEMPO.CO, JakartaUtang pemerintah yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir untuk penanganan pandemi Covid-19, akan menjadi beban besar bagi generasi mendatang.

    Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini mengatakan peningkatan utang pemerintah yang naik signifikan mulai terjadi pada era Presiden Joko Widodo.

    "Jadi setiap tahun ke depannya Indonesia bayar utang kira-kira Rp1.000 triliun, ini 1.500 persen dari anggaran untuk pendidikan, katanya, Kamis 1 September 2020.

    Didik mencontohkan, jumlah utang Indonesia pada 2019 mencapai sekitar Rp921 triliun, Rp275 triliun untuk membayar bunga utang dan Rp475 triliun untuk membayar pokok utang. Padahal, utang pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak lebih dari Rp500 triliun.

    Oleh karena itu, Didik mengatakan Presiden Indonesia yang akan datang akan tertimpa tangga utang karena jumlah utang yang diwariskan sangat besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.