BPTJ Luncurkan Layanan E-ticketing dan Lacak Trans untuk Cegah Covid-19

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Saat ini pengelola transportasi umum telah menerapkan physical distancing pada antrean penumpang dan sosialisasi pencegahan penularan virus corona. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Sejumlah penumpang menaiki bus Transjakarta di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Saat ini pengelola transportasi umum telah menerapkan physical distancing pada antrean penumpang dan sosialisasi pencegahan penularan virus corona. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau BPTJ meluncurkan dua layanan sekaligus, yakni e-ticketing dan aplikasi Lacak Trans, untuk mencegah penularan virus corona Covid-19 di simpul-simpul transportasi. Layanan tersebut mengandalkan sistem digital bagi penumpang transportasi umum di area Ibu Kota dan kota-kota penyangga.

    “Aplikasi ini dikembangkan untuk masyarakat pengguna transportasi khususnya masyarakat Jabodetabek agar mereka punya sarana untuk memantau persebaran Covid-19, baik di daerah tempat tinggal maupun sepanjang rute yang ditempuh hingga tujuannya,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam webinar, Senin, 28 September 2020.

    Budi Karya mengatakan dua layanan ini akan menekan potensi penyebaran virus corona melalui tiket manual atau uang kartal yang beredar. Ia berharap, kedua fasilitas tersebut bisa meningkatkan perekonomian di tengah masa sulit.

    Adapun layanan e-ticketing berlaku bagi penumpang yang akan menggunakan layanan bus antar-kota antar-provinsi atau AKAP dan antar-kota dalam provinsi (AKDP) dari terminal. Melalui e-ticketing, penumpang tidak lagi membeli tiket bus secara fisik.

    Layanan e-ticketing bisa dibeli melalui agen penjualan tiket online atau OTA maupun go-show. Sebelum menaiki bus, penumpang harus melakukan check in pada vending machine yang telah disediakan. Penumpang juga bisa membeli tiket melalui mesin tersebut.

    Sementara itu, aplikasi Lacak Trans adalah fitur untuk mendeteksi persebaran virus corona di Jabodetabek. Aplikasi ini juga menampilkan informasi teranyar yang berisi rekapitulasi jumlah pasien terpapar virus corona dengan gejala, pasien positif corona, maupun pasien tanpa gejala. Lacak Trans bisa diunduh melalui Google Playstore.

    Kepala BPTJ Polana Banguningsih Pramesti menjelaskan, diimplementasikannya sistem e-ticketing dan Lacak Trans akan memudahkan masyarakat saat bepergian menggunakan transportasi umum. “Aplikasi ini juga memberikan keyakinan masyarakat tentang jalur kendaraan dan rute-rute mana saja yang terdeteksi berpotensi tinggi terhadap penyebaran Covid-19,” ucapnya.

    Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menyatakan pemerintah harus memantau penggunaan dua layanan berbasis teknologi tersebut agar tidak terjadi hambatan saat digunakan. “Mudah-mudahan sistemnya betul-betul dikontrol sehingga tidak sering macet. Ini harus dijaga dengan baik,” katanya.

    Di samping mengembangkan layanan digital, Lasarus meminta Kementerian Perhubungan meningkatkan integrasi moda di pelbagai terminal, khususnya di terminal-terminal Kota Depok. Dia menginginkan penumpang dari terminal Depok dapat dengan mudah mengakses layanan transportasi lainnya menuju Jakarta, seperti KRL dan LRT seumpama kereta layang itu sudah beroperasi.

    Menurut Lasarus, integrasi moda transportasi di Depok penting lantaran masyarakat kota ini mayoritas bekerja di Jakarta. Ia pun menjamin DPR akan mempermudah Kementerian dalam mengusulkan anggaran revitalisasi.

    “Kalau Pak Menteri ajukan (anggaran) berapa pun, kami di sini mewakili tiga fraksi (PDIP, Partai Gerindra, dan PKB). Kalau tiga fraksi bersuara, sudah selesai urusan di Komisi V,” katanya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.