Pembangunan Pelabuhan Kargo Labuan Bajo Diklaim Hampir 30 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal kargo melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan peti kemas Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, 9 November 2017. Pelabuhan Malahayati yang masuk dalam zona tol laut Indonesia itu, berasal dari nama pahlawan wanita Aceh, Laksamana Malahayati. ANTARA

    Kapal kargo melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan peti kemas Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, 9 November 2017. Pelabuhan Malahayati yang masuk dalam zona tol laut Indonesia itu, berasal dari nama pahlawan wanita Aceh, Laksamana Malahayati. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengklaim pembangunan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu yang berlokasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, hampir menyentuh 30 persen. Hingga 10 September 2020, pembangunan sisi laut mencapai 29,86 persen dan sisi darat 26,80 persen.

    “Dokumen penetapan UKL/UPL (upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup) serta izin Lingkungan sudah di PT Pelindo III, tinggal diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Kemenko Marves Rusli Rahim dalam keterangan tertulis, Senin, 28 September 2020.

    Terminal Multipurpose Wae Kelambu akan dimanfaatkan sebagai sentra lalu-lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, serta curah cair. LPelabuhan ini mendukung Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi wisata super prioritas.

    Adapun pembangunan dan pengelolaan Terminal Multipurpose digarap oleh Pelindo III. Setelah selesai dibangun, pelabuhan ini akan memiliki dermaga sepanjang 120 meter yang bisa disandari kapal berkapasitas 25.000 DWT.

    Pelabuhan juga memiliki kapasitas petikemas hingga 100 ribu twenty-foot equivalent units (TEUs) dan menampung curah cair hingga 1,5 juta ton per tahun. Setelah terminal kelar dibangun, pelabuhan yang ada saat ini hanya akan menjadi tempat bersandar kapal-kapal wisata, kapal penumpang, dan kapal pesiar atau yacht.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.