Erick Thohir Akui Tak Bahagia Jadi Menteri, Apa Sebab?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun Buku 2020, Pembayaran Hutang Pemerintah Kepada BUMN Tahun 2020 dan Roadmap dan Restrukturisasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Penyertaan Modal Negara Tahun 2021, Target Deviden BUMN Tahun Buku 2020, Pembayaran Hutang Pemerintah Kepada BUMN Tahun 2020 dan Roadmap dan Restrukturisasi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengaku tidak bahagia menjalani peran pada jabatannya saat ini. Pasalnya, ia mengaku beban yang diemban para menteri sangat berat, khususnya pada kondisi saat pandemi ini.

    "Kalau dibilang sih enggak karena tekanan di sana sini. Ini jujur lah," ujar Erick dalam acara talk show Kick Andy, Ahad, 27 September 2020.

    Belum lagi, dengan posisinya sebagai pejabat publik yang dibatasi oleh berbagai aturan, ia berujar jumlah temannya mulai berkurang. "Teman berguguran, dibilang jahat," tuturnya.

    Erick pun mengatakan pendapatannya saat menjadi menteri jauh lebih sedikit ketimbang saat masih menjadi pengusaha. Saat ini, ia mengatakan hanya mengantongi digaji Rp 19 juta per bulan.

    "Alhamdulillah (gaji) Rp 19 juta. Enggak ada (tunjangan). Kayaknya enggak saya saja, mayoritas menteri nombok," kata Erick Thohir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.