Investor di Free Trade Zone Batam, Bintan, dan Karimun Bakal Banjir Stimulus

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa menteri dan pimpinan lembaga saat konferensi pers dalam rapat koordinasi pimpinan, di Wisata Lagoi Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, 25 September 2020. Foto: Yogi Eka Sahputra

    Beberapa menteri dan pimpinan lembaga saat konferensi pers dalam rapat koordinasi pimpinan, di Wisata Lagoi Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, 25 September 2020. Foto: Yogi Eka Sahputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah resmi mengguyur banyak stimulus baru bagi calon investor yang ingin masuk ke kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), Kepulauan Riau. Stimulus pertama yang diberikan yaitu sewa lahan gratis selama 5 tahun pertama.

    "Mereka hanya perlu menanggung biaya listrik, maintenance, dan biaya operasional lainnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 26 September 2020.

    Stimulus ini diberikan dalam program BBK Murah yang baru diluncurkan pemerintah. Program ini digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri dan diluncurkan di hari yang sama di Lagoi Bay, Bintan, Kepulauan Riau.

    Selain beberapa menteri, ada beberapa pihak yang hadir. Mereka yaitu Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Ketua Kadin Kepri Akhmad Ma'ruf Maulana, dan Ketua Kadin, Rosan Roeslani.

    Program ini adalah bagian dari pengembangan kawasan BBK sebagai Super Hub. Sehingga, sentra produksi, perdagangan, teknologi, dan keuangan bakal terpusat di kawasan ini.

    Selain gratis sewa lahan, Airlangga juga mengatakan program BBK Murah ini juga sejalan dengan biaya produksi yang terjangkau. Mulai dari biaya listrik, gas, dan pelabuhan yang bersaing. Lalu, Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) juga kompetitif. Kemudian, Self Factory Building (SFB) yang tidak kalah bersaing dengan Pulau Jawa.

    Tak cukup sampai di situ, Airlangga juga berharap BP (Badan Pegusahaan) Kawasan dan Pemerintah Daerah bersama-sama menyukseskan gerakan ini. Caranya dengan memberikan insentif pajak daerah, layanan utilitas yang terjangkau, pelayanan perizinan yang mudah, dan tidak berbelit. "Serta dukungan keamanan yang memberikan rasa nyaman bagi investor," kata dia.

    Baca jugaDemi Pertumbuhan Kuartal III, Satgas Ekonomi Genjot Salurkan Stimulus Rp 100 T


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.