Selasa, 20 Februari 2018

Divestasi Bank Niaga Ikuti Pola BCA

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 28 Agustus 2003 08:49 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan melakukan divestasi Bank Niaga dengan mengikuti pola divestasi Bank Central Asia. Pada tahap awal metode penjualan dilakukan melalui pasar modal maksimum 20 persen saham dan tahap selanjutnya melalui strategic investor yaitu sebesar maksimum 51 persen. Untuk proses divestasi itu pemerintah telah berkoordinasi yaitu Bapepam. Menurut Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi, penjualan melalui pasar modal bertujuan agar jumlah saham yang beredar di pasar lebih banyak. "Sehingga perdagangan sahamnya lebih likuid dan harga saham di pasar lebih mencerminkan nilai riil perusahaan,” ungkapnya ketika menjelaskan kepada anggota Komisi IX di Gedung DPR/MPR, Rabu (26/6) pagi. Sedangkan divestasi melalui investor strategic sebesar 51 persen, dilakukan melalui tiga metode yaitu strategic sale, mengundang tender offer dan melalui option. Pada penjualan melalui strategic sale, calon investor dapat terseleksi dengan baik tapi ini memerlukan waktu lebih panjang dan penawaran dilakukan secara terbatas. Metode kedua polanya terbuka untuk publik namun berpotensi tidak ada calon investor yang mengajukan tender offer. Selain itu peraturan pasar modal mengenai tender offer relatif lebih kompleks. Sedangkan cara ketiga penawaran juga terbuka untuk publik dan proses lebih sederhana, sehingga waktu pelaksanaannya lebih singkat. Sayangnya pembeli hanya terseleksi pada harga penawaran saja. Dalam kesempatan itu Laksamana menjelaskan harga penawaran tertinggi dalam dokumen final bid pada 27 Mei lalu hanya di kisaran Rp. 22 per lembar saham. Sedangkan rata-rata harga saham PT. Bank Niaga di BEJ dari hari ke lima hingga 90 hari terakhir sampai 27 Mei berkisar Rp. 75 hingga Rp. 101,7 per lembar saham. Karena itu KKSK memutuskan divestasi strategic partner saat itu dinyatakan selesai dengan tidak ada pemenang. (Istiqomatul Hayati-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.