Riset Lifepal: Indeks PMI Manufaktur Indonesia Tertinggi ke-2 di ASEAN

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang melintas di depan papan Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Pialang melintas di depan papan Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifepal.co.id telah melakukan riset yang membandingkan pemulihan Indeks PMI Manufaktur atau  Purchasing Managers’ Index Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Selain itu juga dilakukan analisis PMI-BI, indikator serupa yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, mempengaruhi fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. 

    PMI selama ini dikenal merupakan suatu indikator utama bagi kegiatan perekonomian suatu negara yang dibuat melalui suatu tahapan survei terhadap para purchasing manager di berbagai sektor bisnis yang ada. Angka PMI ini mengindikasikan seberapa optimis pelaku sektor bisnis terhadap kondisi perekonomian ke depan. 

    Data PMI didasarkan pada survei bulanan dari perusahaan yang dipilih secara hati-hati. Data ini menyajikan indikasi lanjutan tentang apa yang sedang terjadi pada ekonomi sektor swasta dengan melacak variabel seperti, output, permintaan baru, tingkat stok, ketenagakerjaan, dan harga lintas sektor pabrik, konstruksi, eceran, dan jasa.  

    Dalam Purchasing Managers Index, angka yang dimungkinkan keluar berkisar dari angka 0 hingga 100. Jika PMI dirilis dengan angka > 50, maka sektor bisnis tersebut mengalami perkembangan (ekspansi). Semakin tinggi angka indeks PMI maka semakin besar pula perkembangan yang dialami.

    Sementara bila PMI dirilis dengan angka = 50, maka sektor bisnis tersebut mengalami stagnasi (tidak ada perkembangan). Adapun jika PMI dirilis dengan angka < 50, maka sektor bisnis tersebut mengalami penurunan (kontraksi).

    Dari hasil penelitian Lifepal.co.id diketahui bahwa pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial hingga lockdown di negara-negara ASEAN mempengaruhi pergerakan Purchasing Managers Index. Terlihat ketika pandemi yang booming di bulan Maret disusul lockdown yang diberlakukan di banyak negara ASEAN hingga PSBB di Indonesia mengakibatkan Purchasing Managers Index mulai turun di bulan Maret.

    Tiap negara mencapai PMI terendah pada bulan April. Selepas April, PMI semua negara kembali pulih.

    Dari grafik PMI Negara-negara ASEAN diketahui hingga Agustus 2020, Myanmar adalah yang pemulihannya paling tinggi, disusul Indonesia di urutan ke-2. Vietnam sendiri, yang sempat nyaris tak tersentuh Covid-19, akhirnya baru memberlakukan lockdown pada akhir Juli 2020.

    Hingga Agustus, PMI Vietnam adalah yang terendah di antara 7 negara ASEAN. Berada di peringkat 2 pada bulan Agustus 2020, Purchasing Managers Index Indonesia berada pada level 50,8 persen yang artinya, jika PMI dirilis dengan angka > 50, maka sektor bisnis tersebut mengalami perkembangan (ekspansi). Pergerakan IHSG Mengikuti Prompt Manufacturing Index. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.