Dampak PSBB DKI Jilid II ke Ekonomi RI, Kemenkeu: Cukup Minimal

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Febrio N Kacaribu. Feb.ui.ac.id

    Febrio N Kacaribu. Feb.ui.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB DKI Jakarta, tidak berdampak besar terhadap perekonomian nasional. 

    "PSBB ini setelah kemarin diklarifikasi itu kan sebenarnya tidak menutup semua sektor perekonomian Jakarta. Penutupannya sangat terbatas," kata Febrio dalam diskusi virtual, Jumat, 25 September 2020.

    Bahkan, kata dia, untuk restoran boleh tetap buka, yang tidak boleh makan di tempat. Karena itu, menurutnya, masyarakat masih bisa membeli makanan secara online.

    "Jadi restoran harapannya masih bisa beroperasi, kalaupun memang datang ke sananya tidak boleh. Jadi dampaknya terhadap estimasi kita kelihatannya cukup minimal," ujarnya.

    Tren mobilitas masyarakat ke ritel, kata dia, juga sudah hampir positif saat ini. Padahal pada April hingga Mei pertumbuhan ritel turun sangat dalam.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang penerapan PSBB ketat selama 14 hari atau hingga 11 Okotober 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.